Oleh: Palimbani | 7 September 2007

Pesangon Karyawan PT DI Ditangani BUMN

Pembayaraan pesangon ribuan karyawan PT Dirgantara Indonesia diakui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Erman Suparno, dalam penanganan pihak BUMN. “Sebenarnya kasus PT DI ini sudah lama, berlarut-larut dan penanganan kasusnya ditangani langsung BUMN,” jelas Erman seusai melakukan silaturrahmi dengan sejumlah mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di Makassar, Kamis.
Menurut Erman, masalah jaminan pembayaran pesangon sejumlah karyawan yang telah di-PHK ini, menjadi pusat perhatian pemerintah pusat karena terdapat sekitar ratusan miliar rupiah pesangon karyawan PHK yang belum terbayarkan.

Sebab itu, dia berharap agar Rancanagan Peraturan Pemerintah (RPP) pesangon yang kini dalam pembahasan Wapres dan Sekretaris Negara, segera diterbitkan setelah Presiden RI menandatangi RPP itu menjadi sebuah Peraturan Pemerintah. “Sebelum RPP ini berada di meja Presiden untuk ditandatangani, terlebih dahulu harus dibahas secara mendalam oleh Wapres dan Sesneg karena Presiden nantinya juga pasti akan minta dipresentasikan masalah RUU tersebut,” jelas Erman.

Menurutnya, RPP ini merupakan jaminan kompensasi terhadap karyawan yang di-PHK sekaligus sebagai bentuk perlindungan kepada para pekerja yang sewaktu-waktu akan mengalami hal tidak terduga seperti perusahan tempat dia bekerja mengalami pailit, manajemennya kabur atau pailit akibat terkena bencana alam. “Itu memang harus ada jaminan pesangon kepada karyawan sebab itu dibutuhkan adanya dana pencadangan yang perlu dilakukan perusahaan sehingga ada kepastian dana dan pembayaran pesangon karyawan yang di-PHK,” katanya.

Masalahnya, lanjut Erman, fakta yang terjadi di lapangan, banyak karyawan yang di-PHK akibat kasus perusahaan yang pailit sementara para karyawan tersebut tidak tahu harus meminta uang atau bayaran pesangonnya kepada siapa. “Mau minta ke pemerintah ?, itu tidak mungkin karena sepersenpun dana APBN pasti akan dimintai pertanggungjawabannya smeentara perusahaan yang diharapkan untuk membayar pesangon karyawannya ini sudah bangkrut,” ujar Erman.

Sebab itu, dalam RPP ini, pemerintah akan mewajibkan perusahaan memberikan setoran tiga persen dari total upah tiap buruh per bulan-nya kepada suatu perusahaan asuransi dan nantinya, perusahaan asuransi itu akan mengelola dana tersebut sehingga apabila perusahaan tiba-tiba pailit atau manajemennya kabur, dana pesangon bagi eks para karyawan di perusahaan tertentu akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

Adanya pembayaran asuransi itu, lanjutnya, perlu dilakukan karena apabila perusahaan sedang mengalami kebangkrutan dan dalam sengketa, tenaga kerja tidak perlu menunggu proses persidangan yang lama. “Yang disepakati baru tiga persen dari nilai upah pekerja dan nanti perkembangannya diupayakan terus mencapai hingga angka ideal yakni sekitar 8,5 persen dari total nilai upah pekerja setiap bulannya,” jelas Erman dan menambahkan bahwa kondisi sejumlah perusahaan saat ini, masih marginal.

Sebab itu, tambahnya, RPP ini diharapkan bisa menjadi payung hukum untuk memberikan social fund (dana sosial) atau kelengkapan “social security” dari kepentingan pekerja. Erman menjamin bahwa hak para karyawan ini tidak akan mengalami perubahan sebagaimana yang diatur dalam UU Nomnor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, “sebaliknya kita justru mengamankan,” jelasnya.

Erman memberikan contoh, hak para pekerja yang perlu mendapatkan perlindungan adalah para karyawan yang gajinya dibawah dua jutaan rupiah. Dia mengatakan, kondisi obyektif gaji pekerja di Indonesia, 99 persen dibawah Rp5 juta dan 97 persen dibawah Rp2 juta. Antara/yto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: