Oleh: Palimbani | 17 September 2007

PGN Ingin Perpanjang Utang

Laba Bersih Perseroan Turun

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menginginkan untuk mengganti utang-utang jangka pendek dengan utang yang berjangka waktu lebih panjang. Hal ini disebabkan kebutuhan pendanaan perseroan biasanya untuk proyek-proyek dengan jangka waktu lebih dari lima tahun.

“Kami memiliki pinjaman kepada beberapa lembaga keuangan. Saat ini kami memiliki utang kepada Bank Mandiri sebesar Rp 100 miliar dan kepada Bank Negara Indonesia sebesar Rp 50 miliar. Kedua pinjaman itu merupakan utang jangka pendek bertenor satu tahun,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup, Jumat (14/9) malam di Jakarta.

Dia menambahkan, jumlah plafon utang kepada Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp 150 miliar. Dari jumlah itu, sebesar Rp 100 miliar di antaranya akan segera dicairkan perusahaan.

Tenor utang dari BNI itu, lanjut Heri, bisa diperpanjang menjadi lebih dari lima tahun. Pinjaman dari bank itu akan digunakan untuk modal kerja, menutupi kekurangan pendanaan di proyek pipanisasi, dan untuk jaminan atau standby letter of credit (L/C).

“Kami akan refinancing (membayar utang lama dengan utang baru) utang-utang jangka pendek kami dengan utang yang tenornya lebih panjang. Utang bank yang kami miliki sekarang jangka waktunya satu tahun, untuk modal kerja kami membutuhkan utang yang tenornya lebih panjang,” kata Heri.

Salah satu instrumen utang yang tenornya lebih panjang, yang saat ini sedang dipelajari perseroan adalah penerbitan obligasi. Namun, hal itu belum akan dilakukan tahun ini.

“Penerbitan obligasi masih dalam tahap studi saja. Sebab, tahun 2008-2009 revenue stream (penerimaan) dari proyek pipa Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) kan sudah masuk. Itu berarti keuangan kami sudah lumayan likuid,” ungkap Heri.

Selama semester I tahun 2007, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun atau meningkat sebesar Rp 473 miliar dibandingkan dengan pendapatan pada semester I tahun 2006.

Sementara laba usaha PT PGN sebesar Rp 1,389 triliun. Laba bersih perseroan turun dari Rp 1,09 triliun pada semester I tahun 2006 menjadi Rp 1 triliun pada semester I tahun 2007.

Penurunan tersebut antara lain dipicu oleh realisasi volume penjualan gas PGN yang masih di bawah target yang dipatok perseroan.

Sampai akhir Juni 2007, volume penjualan gas sebesar 389 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, volume penjualan semester I tahun 2007 meningkat 17 persen.

Berdasarkan catatan PGN, di wilayah Jawa Timur dari kebutuhan 450 juta kaki kubik per hari yang terpenuhi baru sekitar 130 juta kaki kubik per hari.

Di Jawa Barat, kebutuhan gas mencapai 1,4 miliar kaki kubik per hari, sementara yang bisa dipenuhi baru sekitar 650 juta kaki kubik per hari.

PT PGN termasuk salah satu emiten yang sahamnya belum masuk dalam daftar efek syariah (DES), yang pekan lalu dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

“Kami akan melakukan yang terbaik supaya investor di pasar saham tidak kecewa dengan saham PGN. Bahkan, akibat persoalan ketidakterbukaan awal tahun ini menyebabkan saham kami sempat anjlok. Saat ini kami mencoba untuk langsung memberikan keterbukaan setiap kali ada perkembangan pada perusahaan kami,” kata Heri Yusup. (tav/kompas)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: