Oleh: Palimbani | 18 September 2007

Adhi Karya Kaji Investasi di Monorel

PT Adhi Karya Tbk (persero) akan melakukan kajian terhadap keuntungan dan kerugian jika perseroan tetap berinvestasi di proyek Jakarta Monorail.

“Minggu ini akan kami kaji untung rugi di Jakarta Monorail,” terang Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Kurnadi Gularso ketika kemarin dihubungi di Jakarta. Kurnadi mengatakan, saat ini proyek Jakarta Monorail masih terkatung-katung. Untuk itu, pihaknya akan menganalisis untung-rugi jika tetap melaksanakan proyek tersebut. ”Manajemen telah mengumpulkan data-data pendukung. Jadi kami tahu, kalau dilepas untung-ruginya apa? Kalau dipertahankan, untung-ruginya apa?” ujarnya.

Mengenai kemungkinan perseroan melepas kepemilikannya di PT Jakarta Monorail, Kurnadi menjelaskan bahwa hal itu perlu pembahasan yang lebih jauh,karena menyangkut proyek miliaran rupiah. ”Kepastian putusan tersebut masih akan menunggu hasil kesepakatan rapat. Ini memang perlu dianalisis karena menyangkut uang miliaran, tapi masih tergantung putusannya nanti,” tuturnya. Sebelumnya,muncul kabar bahwa pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas khawatir kinerja Adhi Karya akan terganggu akibat ketidakjelasan kelanjutan proyek monorel.

Karena itu, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah meninjau ulang keterlibatan Adhi Karya dalam proyek infrastruktur yang diperkirakan membutuhkan investasi USD480 juta ini. Secara terpisah, Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu juga mengatakan bahwa tersendatnya proyek tersebut akibat kurangnya modal. Perbankan khawatir karena tidak ada jaminan kebijakan yang pasti dari Pemda DKI Jakarta.” Perbankan akan masuk kalau pemda mau menjadi pemegang saham mayoritas, karena hubungannya terhadap kebijakan pemda yang dinilai rawan perubahan,”kata Said.

Hingga kini, Adhi telah menyertakan modal di Jakarta Monorail sebesar USD1,53 juta (RP13,9 miliar) atau setara dengan 7,65%. Penyertaan modal tersebut sudah disetujui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSL) pada Juni 2007. RUPSL juga masih mengizinkan perseroan melakukan tambahan penyertaan maksimal USD25 juta (Rp232,5 miliar) lagi. Sementara itu, analis dari Corfina Capital Hendra Bujang menilai, akan sangat bagus jika Adhi Karya melepaskan kepemilikan sahamnya di PT Jakarta Monorail. Dengan begitu, Adhi Karya akan terlepas dari beban cash flow jika tidak lagi membiayai proyek monorel.

”Saat ini proyek tersebut terbengkalai dan belum memperlihatkan prospek yang cerah,” tambahnya. Menurut Hendra, sampai akhir tahun, ini prospek pertumbuhan Adhi Karya, masih sangat baik. Hal ini diperlihatkan dari berbagai proyek yang didapatkan perseroan. ”Saya kira berbagai proyek yang didapatkannya akan membuat pendapatan Adhi Karya semakin baik dan meningkat tahun ini,”tuturnya. (rakhmat baihaqi/sindo)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: