Oleh: Palimbani | 20 September 2007

Indocement akan Bangun Pabrik Baru

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Pendirian pabrik baru ini akan direalisasikan setelah 2009. Direktur Keuangan Indocement, Christian Kartawijaya, menuturkan rencana pendirian pabrik baru ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan permintaan semen di pasar domestik. ”Kalau peningkatan kapasitas terpasang 20 juta ton di tahun 2009 ternyata belum cukup memenuhi kebutuhan di Indonesia, kita akan tambah satu pabrik baru,” papar Christian di Jakarta, Selasa (18/9) malam.

Pasar semen di dalam negeri, jelas Christian, mengalami pertumbuhan rata-rata setiap tahunnya 8 persen. Tahun 2007 ini, diperkirakan permintaan semen di pasar domestik mencapai 34 juta ton atau naik dibandingkan permintaan tahun lalu yang sebesar 33 juta ton. Dengan tambahan 3 juta ton ini, maka total kapasitas produksi Indocement akan mencapai 23 juta ton per tahun. Saat ini total kapasitas terpasang industri semen nasional 46 juta ton per tahun.

Data Departemen Perindustrian (Deperin) menunjukkan, kapasitas terpasang produksi industri semen nasional pada 2007 hanya ditargetkan tumbuh 1,99 persen dari 46,65 juta ton menjadi 47,58 juta ton. Berdasarkan data tersebut, ekspor semen nasional pada tahun lalu mencapai 1,77 juta ton dengan nilai 65,6 juta dolar AS. Sedangkan impor komoditas tersebut pada 2006 sebanyak 1,2 juta ton atau senilai 43,8 juta dolar AS.

Pembangunan pabrik baru ini, lanjut Christian, diperkirakan membutuhkan investasi mencapai 600 juta dolar AS. Namun demikian, kata dia, pihaknya belum menentukan lokasi yang pasti untuk pendirian pabrik baru ini.

”Kalau pabriknya dibangun di lokasi pabrik lama mungkin biayanya lebih murah. Tapi kalau kita harus bangun di daerah baru yang belum ada infrastruktur pendukungnya, biayanya akan lebih mahal,” jelasnya.

Christian menambahkan hingga saat ini pihaknya belum berencana menaikkan kembali harga jual semen seiring dengan kenaikan harga minyak dunia yang menembus angka 81 dolar AS per barel. ”Tergantung pada permintaan pasar, karena sebelumnya kan kita sudah menaikkan harga jual juga,” ujarnya.

Ia menerangkan, selama ini bahan bakar memberikan kontribusi hingga 50 persen terhadap struktur biaya produksi. Untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), jelasnya, Indocement mulai beralih menggunakan batubara dan energi alternatif lainnya seperti minyak jarak. [republika]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: