Oleh: Palimbani | 21 September 2007

Indofarma Kehilangan Pendapatan Rp350 Juta Atas Penarikan Dua Produknya

PT Indofarma (INAF) berpotensi kehilangan pendapatan senilai Rp350 juta atas penarikan dua jenis obat produk perseroan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sekretaris Perusahaan INAF, Abdia Amtsi, dalam laporannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat, mengatakan bahwa dari 12 jenis obat berbahaya di pasar yang ditarik BPOM, dua jenis obat di antaranya yakni Flamesia (kategori obat branded generik obat dengan merek dagang) dan Nimesulide (Kategori obat berlogo) merupakan produksi INAF.

“Potensi kehilangan pendapatan dari penjualan kedua produk ini maksimal Rp350 juta tahun ini atau hanya 0,02 persen dari proyeksi total penjualan perseroan 2007, walaupun saat ini masih terdapat stok bahan baku yang masih dimiliki senilai Rp25 juta dan stok produk di persediaan dengan nilai sekitar Rp90 juta,” kata Abdia.

Untuk mengurangi risiko ini, lanjutnya, perseroan telah mulai memasarkan produk pengganti yang mempunyai potensi penjualan yang lebih besar.

Abdia tidak mengkhawatirkan atas penarikan kedua produknya ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kenerja perseroan. (*)

Copyright © 2007 ANTARA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: