Oleh: Palimbani | 7 Oktober 2007

PKT Perluas Bisnis

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berencana memperluas bisnis dengan membangun pabrik petrokimia, biodiesel, di Bontang, senilai USD1,4 miliar. Proyek pengembangan bisnis yang dilakukan secara bertahap hingga 2013 ini ditujukan untuk mengantisipasi bisnis pupuk yang cenderung jenuh.”Ke depan bisnis pupuk itu agak jenuh, kita tidak ingin selamanya bertahan di pupuk terus-menerus kita akan melihat peluang-peluang lain yang ada,” kata Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman di Jakarta belum lama ini.

Hidayat mengatakan, untuk mengantisipasi kejenuhan bisnis pupuk, pihaknya mendiversifikasi ke bidang petrokimia dan pabrik pengolahan minyak sawit, khususnya yang terkait dengan biodiesel. Ketiga bidang baru itu, jelas dia, semuanya berkaitan dengan bisnis hilir petrokimia.

Sebagai pendukung, lanjut dia, perusahaan juga akan menggarap perkebunan untuk mendukung industri pengolahan minyak sawit mentahnya. ”Ke depan, kita punya ancang-ancang begitu,” katanya. Hidayat menjelaskan, pihaknya masih merampungkan studi kelayakan (feasibility study/FS) tahap I untuk pembangunan kompleks pabrik petrokimia tersebut.

”Proses pematangan lahannya sendiri membutuhkan waktu tiga tahun karena lahan di sana sebagian besar adalah rawa. Karena itu, kebutuhan lahan bagi kami ini merupakan hal paling krusial,” imbuhnya. Hidayat mengungkapkan, pembangunan kompleks petrokimia tersebut diperkirakan butuh investasi USD1,2 miliar.

Direktur Teknik dan Pengembangan PKT Robby Subianto menambahkan, jika ditambah dengan biaya pemrosesan kelapa sawit menjadi biodiesel dan kebutuhan lahan, diperkirakan akan menelan tambahan investasi sekitar Rp1,56 triliun (USD165 juta). Menurut dia, sumber pendanaan yang digunakan perseroan dalam pembangunan megaproyek ini di antaranya melalui penerbitan surat utang (obligasi) senilai USD150 juta.

Selain itu, perseroan akan mencari mitra strategis untuk mencukupi pendanaan. Beberapa perusahaan yang sudah tertarik dalam pembangunan kompleks petrokimia ini adalah Mitsui Co Ltd dan Mitsubishi. ”Mereka sudah melakukan FS sejak program megaproyek ini kami luncurkan tiga bulanlalu.Kamitentutidakmungkin akan memiliki 100% saham, sehingga kami sangat terbuka kalau ada pihak lain yang menjalin kerja sama,” kata Hidayat. (whisnu bagus/sindo)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: