Oleh: Palimbani | 8 Oktober 2007

Bulog Beli 2.000 Ton Beras Petani

Mengantisipasi paceklik pada bulan November dan Desember mendatang, Bulog Divre Sumsel-Babel siap membeli 2000 ton beras petani di daerah Lempuing dan Ogan Komering Ulu (OKU) seharga Rp 4.400 per kilogram. Sedangkan saat ini stok beras yang ada di gudang-gudang Bulog sebanyak 60.000 ton. Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Sumsel-Babel, Sarjono, SH ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Menurutnya, beras yang dibeli dari petani tersebut adalah beras kualitas menengah di daerah-daerah Unit Penggilingan Gabah Beras (UPGB) di Lempuing dan OKU Timur.

“Hingga kini Bulog baru mendapatkan 300 ton beras masih tersisa 1.700 ton. Kita akan terus melakukan pembelian beras,” ungkap Sarjono. Sarjono menjelaskan 300 ton beras yang sudah dibeli tersebut kini sudah mulai diangkut ke gudang-gudang Bulog. Untuk mencapai target, Bulog terus mengusahakan membeli beras kualitas sedang tersebut dari petani seharga Rp 4.400 per kilogram. Dan diharapkan dengan adanya tambahan 2.000 ton beras, jika terjadi paceklik pada bulan November-Desember dapat diatasi, sebab diperkirakan pada bulan Januari mendatang sudah musim tanam kembali dan sebagian musim panen. Jika, terjadi kekurangan, kata Sarjono, Bulog siap mengeluarkan beras yang di gudang-gudang sebanyak 60 ribu ton.

Jumlah beras yang tersedia tersebut diperkirakan cukup hingga Januari-Februari 2008. Namun, beras tersebut butuh perawatan, agar kualitasnya tetap terjaga dan untuk itu dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Semakin lama beras disimpan, kualitasnya sedikit berkurang dan akan mengalami susut. Bulog harus mengeluarkan biaya untuk perawatan ini. Obatnya anti kutu beras harus didatangkan dari Jakarta,” tukasnya.

Disinggung kapan Bulog akan melakukan stabilisasi harga beras, sehubungan harga beras yang terus naik, Sarjono mengatakan pihaknya belum akan melakukan hal tersebut, dikarenakan harga beras relatif masih stabil. Stabilisasi harga baru akan direncanakan
Bulog pada bulan November dan Desember mendatang di Palembang dan kota-kota lainnya di Sumsel.

Menurut dia, setelah lebaran nanti, Bulog akan melakukan moving beras ke Bangka-Belitung (Babel) sebanyak 2500 ton guna menstabilkan harga beras di daerah tersebut yang harganya lebih tinggi dibandingkan di Palembang. “Moving itu dari Palembang ke Babel bukan dari provinsi lain, karena Babel masih masuk dalam Divre Sumsel,” jelas Sarjono. [sripo/blogpusri]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: