Oleh: Palimbani | 9 Oktober 2007

Industri Pupuk Pulih Tahun 2008

Industri pupuk nasional dipastikan mulai pulih kembali pada 2008. Ini menyusul adanya jaminan pasokan gas bagi 14 pabrik pupuk yang beroperasi di dalam negeri. Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), Dadang Heru Kodri, menuturkan mulai tahun depan seluruh pabrik Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang selama ini jatah gasnya dialihkan ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dapat berproduksi penuh. Pasalnya, pabrik PIM sudah memperoleh pasokan gas dari ExxonMobil Oil Indonesia untuk memenuhi kebutuhan operasional selama 2008. ”Tahun 2008 swap gas dari PKT ke PIM dipastikan sudah tidak ada lagi, karena PIM sudah mendapatkan pasokan gas sebanyak 12 kargo dari Exxon ” ujar Dadang di Jakarta akhir pekan lalu.

Dengan teratasinya masalah pasokan gas PKT dan PIM ini, lanjut Dadang, maka seluruh pabrik pupuk di dalam negeri yang berjumlah 14 pabrik, dapat berproduksi secara pada tahun depan. Ke 14 pabrik ini, sambung dia, akan mampu menghasilkan produksi 7,5 juta ton pupuk. ”Jadi tahun 2008, ketersediaan pupuk di dalam negeri lebih tidak langka lagi,” tandasnya.

Direktur Pemasaran Pusri, Bowo Kuntohadi, menuturkan dengan tambahan sisa stok dari tahun 2007, maka total ketersediaan pupuk nasional sepanjang 2008 akan mencapai 8 juta ton. ”Jika kebutuhan pupuk nasional pada tahun depan sama dengan tahun ini sebesar 6,5 juta ton, maka akan surplus 1,5 juta ton,” paparnya.

Dari surplus produksi ini, tambah Bowo, sebesar 1 juta ton akan diajukan Pusri sebagai kuota ekspor pupuk dalam tahun 2008. Pada tahun ini, holding BUMN pupuk memperoleh kuota izin ekspor sebanyak 736 ribu ton.

Hingga saat ini, dari kuota ekspor 736 ribu ton, jelas Bowo, baru 637 ribu ton yang sudah terealisasi. ”Sisanya akan kita realisasikan dalam Nopember nanti.”

Sementara itu pemerintah akan mengurangi alokasi pupuk urea bersubsidi pada tahun depan. Jika pada 2007 pupuk urea bersubsidi diberikan sebanyak 4,5 juta ton, maka pada 2008 hanya 4,3 juta ton.

Sedangkan pada SP36 dan NPK subsidinya akan ditingkatkan. Untuk SP36 dari 800 ribu ton menjadi 1 juta ton, sedangkan NPK dari 700 ribu ton menjadi 1 juta ton. Sementara pupuk ZA subsidinya tetap sebanyak 700 ribu ton. Untuk tahun depan pemerintah juga akan mengalokasi subsidi pupuk organik sebanyak 500 ribu ton.

Tingkatkan stok

Menghadapi musim tanam Oktober 2007 hingga Maret 2008, produsen pupuk dibawah koordinasi Pusri memastikan ketersediaan pupuk nasional dengan melipat gandakan stok pupuk di lini III atau Kabupaten di Provinsi sentra produksi pangan.

Dijelaskan Dadang, posisi stok pupuk urea nasional di kabupaten di seluruh Indonesia pada Oktober 2007 sebanyak 588.905 ton atau 396 persen lebih banyak dari yang diharuskan oleh Menteri Pertanian yang mencapai 148.688 ton. Sementara stok pupuk urea nasional di Kabupaten di provinsi sentra produksi pangan hingga 30 September 2007 rata-rata berada di atas 200 persen. (republika/blogpusri)


Responses

  1. […] Hem…. sebenarnya produsen pupuk telah memberikan hasil maksimal bagi ketersediaan pupuk di Indonesia. Berikut cuplikan dari https://pusri.wordpress.com/2007/10/09/industri-pupuk-pulih-tahun-2008/ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: