Oleh: blogs | 10 Oktober 2007

Lampung Kekurangan Pupuk

Lampung kekurangan pupuk urea bersubsidi sebanyak 8.310 ton dan SP-36 bersubsidi sebanyak 5.368 ton untuk musim tanam Oktober-Desember. Kekurangan pupuk terjadi akibat Departemen Pertanian memberlakukan realokasi pupuk jatah Lampung untuk provinsi lain.

“Realokasi pupuk untuk Lampung itu terkait dengan rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi selama musim tanam Januari-Agustus 2007 di Lampung. Akibatnya Departemen Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memutuskan merealokasikan pupuk jatah Lampung ke provinsi lain,” kata Kepala Subdinas Bina Usaha Tani Dinas Pertanian Lampung Lana Rekyanti, Selasa (9/10).

Menurut dia, rendahnya penyerapan terjadi bukan karena petani tidak memiliki daya beli, tetapi karena barang tersebut tidak tersedia di kios saat petani membutuhkan. Selain itu, musim pemupukan untuk tanaman perkebunan rakyat baru dimulai pada Oktober. Dengan demikian bisa dipastikan penyerapan pupuk untuk tanaman pertanian kebun rakyat rendah.

Dari alokasi urea bersubsidi untuk musim tanam 2007 sesuai dengan Permentan No.66/Permentan/OT.140/12/2006 sebanyak 245.000 ton, tetapi per Agustus 2007 hanya terserap sebanyak 148.389 ton. Alokasi SP-36 sebanyak 42.675 ton, hanya terserap 21.905 ton. Rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi di Lampung menjadi alasan bagi Departemen Pertanian merealokasikan pupuk jatah Lampung ke provinsi lain yang kekurangan.

Melalui Surat Keputusan No.10/Kpts/HK.310/C/9/07 yang diterbitkan tanggal 17 September 2007 diketahui pupuk urea bersubsidi untuk Lampung akan dikurangi 8.310 ton dan SP-36 sebanyak 5.368 ton.

Untuk mengantisipasi kekurangan pupuk, Dinas Pertanian Lampung memetakan alokasi pupuk di 10 kabupaten/kota di Lampung. Dari pemetaan itu, dinas pertanian akan merelokasikan pupuk dari daerah yang penyerapan pupuknya rendah ke daerah yang penyerapannya tinggi.

Upaya lainnya, Dinas Pertanian Lampung sudah meminta produsen pupuk bersubsidi, yaitu Pusri dan PT Petrokimia Gresik, tetap menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi awal. Dinas Pertanian Lampung juga akan meminta tambahan pupuk NPK kepada Departemen Pertanian sebanyak 1.067 ton untuk melengkapi kekurangan NPK di Lampung pada musim tanam Oktober-Desember sebanyak 2.042 ton. Dengan demikian, kebutuhan pupuk bersubsidi akan cukup sampai bulan Desember.

“Penambahan pupuk NPK itu untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan petani akan pupuk kimia. Dengan demikian kami sekarang gencar menyuluh petani supaya menerapkan pupuk berimbang antara pupuk organik dan NPK sebagai pupuk majemuk. Tujuannya, agar ketergantungan petani berkurang,” katanya.

Kepala Pemasaran PT Petrokimia Gresik Sunaryo mengatakan, terkait kekurangan SP-36 di Lampung, PT Petrokimia Gresik akan berusaha memenuhi kebutuhan tiap kabupaten/kota. “Kami bekerja menyalurkan sesuai alokasi pemerintah saat ini,” katanya. (hln/kmps/blogpusri)


Responses

  1. yes good.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: