Oleh: Palimbani | 19 Oktober 2007

2012 Pelanggan PLN Gunakan AMR

2012 Pelanggan PLN Gunakan AMR
Azwar Lubis – Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jakarta dan Tangerang

Ada perbedaan profil pelanggan PLN di wilayah Jakarta dibanding pelanggan di daerah lainnya di Bodetabek. Yang menyolok menyangkut pemakaian listrik, di mana beban pada siang hari jauh lebih besar dibandingkan pada malam hari. Ini terjadi karena aktivitas Ibu Kota yang cukup tinggi. Selain itu, pada masa liburan, seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, pemakaian listrik turun hingga 40 persen karena banyak warganya mudik ke kampung halaman atau berlibur ke luar kota.

Seperti halnya daerah lain, aksi pencurian listrik juga terjadi di Jakarta. Pencurian listrik itu umumnya terjadi di beberapa tempat semisal permukiman liar di bantaran kali atau kolong jembatan. Termasuk di pasar tradisional. Secara kuantitas, kasus pencurian listrik cukup banyak, namun, dari kualitas beban listrik yang dicuri relatif kecil, sekitar satu persen.

PLN menjamin, untuk kawasan industri dengan pemakaian listrik di atas 33 KVA tidak terjadi pencurian listrik karena termonitor secara intensif. Untuk permukiman, sejak tahun 2005 lalu PLN menerapkan pemakaian automatic meter reading (AMR). Alat ini berfungsi memonitor secara langsung penggunaan listrik oleh pelanggan. Sehingga, aksi pencurian listrik dengan mudah bisa cepat terdeteksi.

Di awal penggunaan AMR, PLN menyiapkan 2.000 unit AMR yang dipasang pada meteran setiap pelanggan. Namun, mengingat biaya penyediaan AMR relatif besar yakni sekitar Rp 34 juta per unit, maka penyediaan alatnya dilakukan secara bertahap. Dari tahun ke tahun PLN terus menambah AMR. Semangatnya, pada tahun 2012 mendatang, semua pelanggan listrik dari PLN akan dilengkapi dengan AMR. (man/rep)


Responses

  1. Siip lha, mudah2an bisa tercapai target ini. memang sudah saatnya PLN menggunakan teknologi seperti ini untuk mengetahui billing listrik tiap bulannya. uda gak jaman lagi pake cater. apalagi kalo caternya punya mata minus 4, terus letak kwh meternya setinggi 2,5 m.kacau kannn???
    sukses pln satu…🙂

  2. Halo Palimbani,
    Sekarang udah tahun 2010, ada update nggak tentang proyek AMR ini?
    Kayaknya Indonesia sudah semakin maju nih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: