Oleh: Palimbani | 19 Oktober 2007

Bulog Siap Impor Beras 105 Ribu Ton

Perum Bulog akan membuat kontrak baru pengadaan beras impor sebesar 105 ribu ton, awal November mendatang. Kontrak impor baru ini untuk mengantisipasi ketersediaan pasokan beras di dalam negeri selama musim paceklik, antara November 2007 hingga Januari 2008.

Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar, mengungkapkan, kontrak baru ini antara lain mencakup 82 ribu ton sisa volume impor beras tahun 2007 yang belum direalisasikan. ”Selain itu ada tambahan 23 ribu ton kontrak impor dengan President Agri (perusahaan asal Thailand, red),” ujar Mustafa, di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (18/10) sore.

Namun demikian, kata Mustafa, Bulog belum menentukan bentuk kontrak impor baru. ”Apakah nantinya kontrak dilakukan secara G to G (antarpemerintah) atau dengan swasta, baru akan diputuskan akhir Oktober ini,” ujar dia. Yang jelas, menurut dia, untuk menjamin ketersediaan beras di dalam negeri tahun mendatang, impor masih diperlukan. Dari kajian awal yang dilakukan Bulog, kebutuhan impor untuk tahun 2008 mencapai 400-500 ribu ton.

”Terlebih lagi kalau selama November 2007 hingga Januari 2008 nanti terjadi defisit dan target penambahan produksi 2 juta ton di tahun 2007 tidak tercapai,” kata Mustafa. Lebih jauh Mustafa menuturkan, posisi stok beras Bulog saat ini mengalami penurunan. Pasalnya, penyaluran stok untuk keperluan raskin tidak diimbangi dengan kedatangan beras impor yang tepat waktu. ”Kedatangan impor memang agak lambat, sementara penyaluran raskin hingga saat ini sudah mencapai 84,9 persen atau setara dengan 1,474 juta ton beras,” kata dia, menjelaskan.

Posisi stok Bulog per Kamis (18/10) kemarin sebesar 1,613 juta ton. Hingga akhir tahun posisi stok Bulog diperkirakan menyusut menjadi 1,2 juta ton. Setelah dikurangi alokasi cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 255 ribu ton, maka di akhir 2007 ketersediaan stok Bulog hanya mencapai 945 ribu ton. Padahal pemerintah mengharuskan BUMN pangan ini memiliki ketersediaan stok di atas 1 juta ton.

Sementara itu, pada Kamis (18/10) kemarin sebanyak 2.600 ton beras impor kualitas premium tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Kedatangan impor beras premium ini merupakan bagian dari 50 ribu ton kontrak impor beras premium Bulog dengan dua perusahaan asal Thailand.

Dalam kesempatan sama, Mustafa mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah melakukan operasi stabilisasi harga beras (OSHB) di 6 propinsi dengan total volume beras yang digelontorkan 120, 5 ton. Keenam propinsi tersebut adalah Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Riau, Maluku Utara, Maluku, dan Papua. ”Beras yang digelontorkan di 6 propinsi ini keseluruhannya kualitas medium,” ujarnya. (dia/rep)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: