Oleh: blogs | 24 Oktober 2007

Proyek ‘Gas Alam Cair’ Tangguh Beroperasi Januari 2009

Proyek gas alam Tangguh siap beroperasi secara komersial pada pertengahan Januari 2009, yang akan ditandai dengan dimulainya produksi penuh Kilang I. Sementara itu, Kilang II ditargetkan beroperasi pada Juni 2009.

Wakil Presiden Proyek Tangguh David Clarkson mengemukakan hal itu saat melihat lokasi proyek di Teluk Bintuni, Provinsi Papua, Selasa (23/10).

“Secara keseluruhan, pengerjaan proyek yang termasuk pengeboran, pembangunan kilang, pembangunan anjungan lepas pantai, maupun pemasangan jaringan pipa sudah 82 persen dari keseluruhan rencana,” paparnya.

David mengatakan, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga minyak dunia, konsorsium proyek masih mampu menahan biaya sesuai target. Pemerintah Indonesia menyetujui Proyek Tangguh dengan total investasi 5 miliar dollar AS untuk dilaksanakan tahun 2005.

Sebesar 37,16 persen saham proyek itu dimiliki BP Indonesia sebagai operator dari proyek ini. Mitra BP, antara lain CNOOC Ltd, LNG Japan Corporation, MI Berau BV, Nippon Oil Exploration Berau, dan KG Companies.

Potensi gas alam yang sudah terbukti di sekitar Teluk Bintuni diperkirakan mencapai 14,4 triliun kaki kubik. Untuk tahap awal, konsorsium Tangguh membangun dua unit kilang pengolahan gas dengan total kapasitas 7,6 juta ton per tahun.

Gas alam cair Tangguh sudah mendapatkan komitmen pembeli di Fujian (China) sebesar 2,6 juta ton per tahun, pembangkit listrik K-Power dan Posco (Korea) yang totalnya mencapai 1,1 juta ton per tahun, dan Sempra Energy LNG Marketing Corp (Meksiko) sebesar 3,6 juta ton per tahun.

Menurut David, produksi awal dari kilang Tangguh diharapkan bisa dimulai pada kuartal keempat tahun 2008.

“Itu diawali dengan mulainya pengisian ke tangki penyimpanan sebesar 10 persen. Lalu pelan-pelan produksi ditingkatkan selama tiga bulan, sembari mengetes kemampuan kilang. Diharapkan ketika diserahkan oleh kontraktor ke BP pada 17 Januari 2009, kilang sudah beroperasi penuh secara komersial,” paparnya.

Meskipun gas alam dari Tangguh dijadwalkan diekspor pada kuartal keempat 2008, BP belum bisa memastikan pasar mana yang pertama akan dipenuhi.

Dari sisi persiapan produksi gas, BP sudah mulai melakukan pengeboran eksplorasi sejak Mei lalu. Pengeboran dua sumur di anjungan lepas pantai B merupakan bagian dari target 15 sumur yang akan dilakukan sampai tahun 2009.

David mengatakan, pihaknya berharap gambaran tentang cadangan gas sudah bisa diperoleh pada November nanti.

Kepastian tentang cadangan itu pula yang nantinya akan menjadi dasar bagi konsorsium untuk melakukan ekspansi atas kilang, termasuk membangun Kilang III dan Kilang IV.

“Lokasi di Bintuni mampu menampung sampai delapan kilang, tetapi kami akan menunggu waktu yang tepat berapa besar yang kemudian bisa dikembangkan,” ujarnya. (DOT/kmps)


Responses

  1. Good information and review. Thanks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: