Oleh: Palimbani | 26 Oktober 2007

Anggota DPR Minta PT Lonsum Tunjukkan Iktikad Baik

Perusahaan perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) diminta menunjukkan iktikad baik dalam membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat di sekitar lahan perkebunannya. Jangan sampai masyarakat justru menjadi korban dari investasi perusahaan perkebunan tersebut, seperti yang terjadi di lahan Lonsum di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).

Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar, menyatakan, beberapa tahun terakhir perusahaan investasi asing tersebut menunjukkan hubungan yang kurang harmonis dengan masyarakat di sekitar lahan perkebunannya.

“Terakhir masalah pencabutan tanaman milik warga Pergulaan di Serdang Bedagai yang dilakukan dengan mengerahkan Pam Swakarsa. Ini mengesankan Lonsum memang sudah mengambil garis tegas untuk berseberangan dengan masyarakat. Ini sangat disayangkan,” kata Nasril Bahar kepada wartawan di Hotel Emerald Garden, Jalan Yos Sudarso, Medan, Kamis (25/10/2007).

Pencabutan tanaman milik warga itu terjadi, Selasa (23/10/2007). Sekitar 700 orang Pam Swakarsa PT Lonsum terlibat dorong-mendorong dengan ibu-ibu yang mempertahankan pondok dan tanaman-tanamannya, mencabut semua jenis tanaman seperti jagung, pisang, ubi kayu, kacang tanah di lahan sengketa antara Lonsum dan masyarakat yang berada di Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai.

Dalam waktu singkat 15 hektar tanah ini pun telah bersih dari tanaman warga. Aksi pencabutan ini juga diwarnai bentrokan yang menyebabkan satu orang warga, Juminah (40) cedera di kepala akibat dipukul Pam Swakarsa Lonsum.

Nasril menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari beberapa pihak mengenai sengketa tanah antara masyarakat dan PT Lonsum yang tak kunjung selesai ini. Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah investasi concern dengan masalah-masalah yang timbul akibat investasi yang ditanamkan sejumlah perusahaan, namun tidak membawa manfaat bagi masyarakat.

“Itulah makanya kita meminta, agar PT Lonsum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan justru menimbulkan masalah,” kata Nasril.

Berkaitan dengan masalah pencabutan tanaman milik warga tersebut, External Communications Manager PT Lonsum, Andriyanto menyatakan, tindakan itu diambil karena masyarakat bercocok tanam di lahan sawit Lonsum, sehingga mengganggu produksi. Lagi pula, dalam masalah sengketa tanah itu, sudah jelas, bahwa Lonsum mengelola lahan yang Hak Guna Usahanya dikeluarkan pemerintahan yang sah.
(rul/aba/detik)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: