Oleh: Palimbani | 22 November 2007

Penyerapan Pupuk Naik 40%

PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) mencatat penyerapan pupuk di Sumsel pada 2007 naik 40%, atau sekitar 14.500 ton setiap bulan untuk kebutuhan. Kepala Humas PT Pusri Sulfa Ganie menjelaskan, penyerapan pupuk pada 2006 sebesar 11.250 ton, naik menjadi 14.500 ton per bulan pada 2007.Dia mengungkapkan, terhitung 20 November, pupuk yang disalurkan sebanyak 129.632 ton atau mendekati 100%. Karena itu, dia membantah terjadi kelangkaan pupuk di Sumsel memasuki musim tanam pada Oktober 2007 hingga Maret 2008. 

”Memasuki masa tanam tahun ini, petani tidak perlu khawatir karena stok di pabrik (Pusri) masih banyak, yaitu 42.000 ton pupuk urea curah dan 5.900 ton (kantong/bag). Setiap hari kita melakukan pengiriman ke-75 distributor. Secara umum Sumsel tidak mengalami kekurangan pupuk,” jelasnya. Sulfa menambahkan, pihaknya siap menyalurkan langsung pupuk kepada petani yang sangat memerlukan dengan syarat membawa surat kelengkapan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menanggapi kelangkaan pupuk yang dikeluhkan beberapa petani di kabupaten, Sulfa menilai karena masalah transportasi pengiriman. Dia menjelaskan, untuk pengiriman ke daerah perairan seperti Muara Telang, Muara Padang, dan Karang Agung, membutuhkan waktu berhari-hari. ”Sedangkan permintaan pesanan sedang banyak-banyaknya. Padahal, sarana transportasi masih terbatas dan hanya mampu menampung beberapa ton saja. Apabila benar terjadi kelangkaan, segera laporkan ke Dinas Tanaman Pangan, kemudian lanjutkan ke Pusri. Dengan demikian, segera ditindaklanjuti dengan mengedrop langsung berapa pun pupuk yang diminta petani akan dilayani, dan ini termasuk OP,” terangnya.

Mengingat sisa alokasi sampai akhir November ini tinggal 5.000 ton pupuk lagi, Sulfa memastikan pihaknya telah menyiapkan pengadaan pupuk tambahan sekitar 30.000 ton khusus Desember. Sulfa mengungkapkan, terhitung 20 November ini penyaluran pupuk mencapai 60.000 ton. ”Kita tetap mengacu pada SK Mentan, tapi kita beranikan diri mengajukan penambahan karena penyerapan pupuk tahun ini lebih tinggi dibandingkan pada 2006,” tuturnya. Sementara itu,Wakil Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel Leonardo Hutabarat menyatakan, penyerapan pupuk pada 2007 ini berbeda dengan 2006 yang hanya 135.000 ton.

Dia menuturkan, tahun ini terjadi peluasan lahan tanam dari sebelumnya 710.000 hektare menjadi 723.000 hektare. ”Sehingga pengurangan alokasi pupuk dari 160.000 ton menjadi 135.000 yang dilakukan Mentan menjadikan persediaan pupuk hingga pertengahan November ini menipis. Padahal, penambahan luas lahan tersebut diprediksikan mampu meningkatkan hasil produksi sebanyak 2,272 juta ton,” paparnya. Dia menjelaskan, dari usulan pengajuan alokasi pupuk bersubsidi 2007 sebanyak 459.000 ton oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, hanya 160.000 ton yang realisasikan pemerintah.

”Itu pun 30%nya (35.302 ton) digunakan untuk perkebunan kerakyatan. Bahkan, pengajuan usulan untuk pupuk SP36 sebanyak 309.000 ton hanya terealisasi kurang dari 10%. Seharusnya subsidi ini diberikan kepada petani kecil, sedangkan perkebunan inti dan lebih untuk perkebunan tidak melebihi dari 2 ton,” tegasnya. (komalasari/harian sindo)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: