Oleh: Palimbani | 28 November 2007

Insentif Harga Pupuk dari PIM untuk Medco

Medco E&P sebagai pemasok gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda akan mendapat keuntungan tambahan dari kenaikan harga pupuk. Tambahan tersebut merupakan bagian dari insentif memasok ke dalam negeri.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Kardaya Warnika, Selasa (27/11) di Jakarta, mengemukakan, Medco akan mendapatkan tambahan keuntungan sebesar 40 persen di luar harga dasar gas yang sebesar 5 dollar AS per MMBTU apabila harga pupuk di pasar internasional di atas 360 dollar AS per ton. “Keuntungan yang akan dibagi di antara mereka adalah 60 persen untuk PT PIM (PT Pupuk Iskandar Muda) dan 40 persen untuk Medco,” tutur Kardaya.

Harga pupuk urea di pasar internasional saat ini berkisar 350 dollar AS per ton. Harga jual gas dari Medco ke PIM lebih tinggi dari rata-rata harga jual gas ke pabrik pupuk yang mencapai 2,6 dollar AS.

Medco dan PIM telah menandatangani nota kesepahaman jual beli gas sebanyak 110 juta standar metrik kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2 November 2007.

Pengiriman gas akan dilakukan mulai tahun 2010 sampai 2017. Gas berasal dari Blok A, yang berlokasi di Lhok Seumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Medco, dengan kepemilikan saham 41,67 persen, menjadi operator di blok itu.

Direktur Utama PT PIM Mashudianto mengatakan, perhitungan detail tentang formula harga akan dibicarakan dalam minggu ini. Kedua belah pihak menargetkan kesepakatan jual-beli gas bisa dilakukan pertengahan Desember 2007.

Mashudianto mengatakan, pasokan gas dari Blok A merupakan skenario penyelesaian kebutuhan gas jangka panjang untuk PIM. PIM mengoperasikan dua pabrik, yaitu PIM 1 dan PIM 2, masing-masing memiliki kapasitas produksi 1.750 ton urea per hari.

Karena tidak mendapat pasokan gas, kedua pabrik sempat berhenti beroperasi pada 2005. Tahun 2006 PIM 1 kembali hidup setelah mendapat gas dari pengalihan (swap) kargo gas alam cair dari Kilang Bontang, Kalimantan Timur.

Namun, kondisi itu hanya bertahan enam bulan. Kemudian, April 2007, pabrik bisa beroperasi lagi karena swap gas dilanjutkan. Swap berakhir Oktober 2007.

Deputi Finansial, Ekonomi, dan Pemasaran BP Migas Eddy Purwanto mengatakan, kelanjutan swap untuk PIM dari Pabrik Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mulai 2008 merupakan opsi yang akan diambil pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas dalam jangka pendek.

Semula pemerintah berencana memenuhi gas PIM tahun depan dengan memotong ekspor gas alam cair dari Kilang Arun ke Jepang dan Korea Selatan. Namun, para pembeli keberatan dengan rencana itu.

Eddy mengatakan, pengurangan ekspor gas dari Arun juga akan berdampak pada hilangnya penerimaan daerah. (DOT/kmps/blogpusri)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: