Oleh: Palimbani | 29 November 2007

Pusri Bangun Pabrik di Iran

PT Pusri bekerja sama dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI) akan membangun pabrik pupuk berkapasitas 1,14 juta ton per tahun. Saham Pusri di perusahaan patungan (joint venture) tersebut mencapai USD97 juta, dan harus dicairkan dalam empat tahun ke depan.”Kita akan bangun pabrik urea dan amoniak dengan kapasitas 1,14 juta ton per tahun. Jika pendanaan lancar, maka pada 2012 pabrik pupuk di bawah perusahaan joint venture bernama Hengam Petro Chemical Company itu sudah bisa berproduksi,” jelas Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pusri Sutarto Budidarmo di Jakarta, Rabu kemarin. 

Total pendanaan sebesar 70% hingga saat ini masih dicari karena tidak ada jaminan dari pemegang saham. Dana tersebut, sambung dia, akan dijaminkan dari proyek itu sendiri. Perusahaan joint venture Iran-Indonesia bernama Hengam Petro Chemical Company tersebut telah resmi berdiri pada 11 November lalu. Sutarto menambahkan, saham Pusri dalam proyek joint venture itu mencapai 50% dari nilai total proyek sebesar USD615 juta.

”Equity-nya 30%, jadi dari persentase itu akan dibagi dua. Nantinya saham PT Pusri sekitar USD97 juta, yang harus dicairkan dalam waktu 3–4 tahun mendatang, sesuai kemajuan proyeknya,” ungkap dia. Dalam proyek itu, Indonesia yang diwakili Pusri akan memiliki hak sebesar 50% dari hasil produksi (off take volume yang dapat diekspor) sehingga jatah hasil produksi itu penggunaannya terserah Indonesia, termasuk untuk memenuhi stok pupuk dalam negeri jika terjadi kelangkaan pupuk.

Keuntungan dari proyek ini bagi Indonesia, kata Sutarto, yaitu kemudahan mendapatkan produk pupuk urea untuk dalam negeri sebesar 50%. Sementara itu, Direktur Utama Pusri Dadang Heru Kodri menambahkan, pembangunan pabrik pupuk urea dan amoniak tersebut sudah mendapat izin dari pemegang saham di Iran.

”Pertengahan Desember akan ada rapat lagi, kita akan mendapatkan 50% hasil produksinya. Pabrik pupuk urea dan amoniak di Iran itu kita rencanakan mampu memproduksi 2.500 ton pupuk per hari,” jelasnya. Dia mengatakan, pembagian kepemilikan saham sebesar 50% untuk Pusri dan 50% untuk NPCI cukup bagus.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, pembangunan pabrik pupuk di Iran merupakan bagian dari skenario pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea di dalam negeri. Pada 2010, kebutuhan pupuk dalam negeri diperkirakan di atas 11 juta ton.

Sementara, kapasitas produksi normal dari lima perusahaan pupuk dalam negeri saat ini hanya sekitar 7,872 juta ton. Selain itu, di tengah kebutuhan yang meningkat ini, sejumlah pabrik pupuk justru mengalami masalah pasokan gas sehingga tidak bisa berproduksi maksimal. (CR-07/seputar indonesia)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: