Oleh: Palimbani | 3 Desember 2007

Produksi Jagung Ditargetkan 130.000 ton

Sumsel menargetkan produksi jagung sekitar 130.000 ton. Jumlah tersebut mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari tahun 2007 yang hanya 75.000 ton.”Peningkatan produksi jagung sangat ditentukan terciptanya perluasan lahan dengan penyediaan bibit unggul,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Trisbani Arif, Minggu kemarin. Dia menjelaskan, pada 2008, Sumsel memiliki potensi lahan yang luas untuk perkebunan jagung. Namun, terkadang perluasan lahan sering mengalami kendala, yakni belum tersedianya investasi di industri hilir. Padahal, dengan areal lahan yang luas, petani dapat memproduksi jagung hingga jutaan ton. 

”Sayang, kita belum memiliki industri pendukung. Kita juga memproyeksikan produksi sekitar 200.000 ton dengan areal seluas 53.000 hektare pada 2009 nanti,” imbuh dia. Dia menambahkan, dengan peningkatan produksi dapat membuka peluang bagi perusahaan luar untuk menggarap sektor perkebunan, termasuk jagung.

Menurut dia, selain areal lahan diperlukan untuk menanam jagung tersebut sangat memadai dan sebanding dengan areal sawah pasang surut, kelebihan juga bila petani dapat menjadikan lahan jagung sebagai tanaman selingan pada saat kemarau, tanpa mengganggu kesuburan tanah sawah. ”Kita optimistis petani dapat memanfaatkan lahan untuk perkebunan jagung,” ucap dia.

Dia menyebutkan, hingga tahun ini, target tersebut mencapai sekitar 74,2%, atau tahun lalu mencapai sekitar 21.317 hektare menjadi 37.142 hektare. Daerah yang masih menjadi sentra produksi, adalah Karang Agung, Kab Musi Banyuasin (Muba), yang mempunyai luas lahan 17.000 hektare serta Kab Musi Banyuasin dengan lahan seluas 5.145 hektare. Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel Leonardo Hutabarat menjelaskan,permasalahan benih unggul tersebut telah lama disiapkan untuk memenuhi kebutuhan benih jagung di sentra produksi di dua daerah di Martapura, Kab OKI Timur.

Dia menyebutkan, PT Pusri bersedia membantu meningkatkan hasil panen jagung di Sumsel. PT Pusri telah menyediakan anggaran untuk membeli benih jagung unggul sebanyak 217 ton per tahun, dengan harga rata-rata asumsi Rp3.500 per kg. ”Dengan bibit unggul yang bagus, tentu jagung yang dihasilkan menjadi bagus. Contohnya, dengan benih jagung tongkol dua, yang dapat menghasilkan jagung berlipat ganda,”terang dia. (siera syailendra/harian sindo)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: