Oleh: blogs | 4 Januari 2008

AP I dan II Akan Dimerger

Pemerintah sepakat menggabungkan PT Angkasa Pura (AP) I dan II terkait rencana pembentukan badan tunggal pengelola lalu lintas uda Realisasi pasti penggabungan AP I dan II ini masih harus menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Negara BUMN.Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, secara informal Meneg BUMN Sofyan Djalil sudah menyetujui rencana tersebut, namun soal implementasinya belum bisa dipastikan.

“Ini sesuai dengan keinginan Dephub agar ATC dikelola oleh BUMN, bukan BLU,” kata dia di Jakarta kemarin. Lebih lanjut Jusman menjelaskan, seluruh aset, termasuk sumber daya manusia di AP I dan II, akan disatukan. Setelah itu, ada proses akuisisi di dalamnya yang akan membagi kewenangan untuk pengelolaan sisi udara (ATC) dan sisi darat (terminal).

Dibandingkan pola yang terjadi sekarang, pembagian kewenangan antara AP I dan II berdasarkan wilayah. “AP I mengurusi Indonesia Timur dan AP II Indonesia bagian barat,” tutur Menhub. Soal pihak mana yang akan mengelola ATC dan bagian terminal, dia mengatakan hal itu belum diputuskan. Namun yang jelas, pengelola ATC nantinya meski tetap berbentuk BUMN akan diarahkan untuk tidak mencari keuntungan dan membagikan dividen setinggitingginya.

Jusman menuturkan, BUMN pengelola ATC akan diarahkan seperti halnya Jamsostek. “Jadi, keuntungan yang diperoleh tidak semata-mata untuk dividen, tetapi untuk membeli radar.Pokoknya meningkatkan keselamatan penerbangan,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub Budhi Muliawan Suyitno mengatakan, rencana pembentukan badan tunggal ATC berangkat dari dugaan rendahnya tingkat pengembalian investasi ke arah upaya peningkatan keselamatan dari keuntungan yang diperoleh.

Saat ini, ATC dikelola oleh AP I, AP II, Bandara UPT Dephub, Otorita Batam, dan beberapa swasta murni di Lhok Seumawe dan Timika, Papua. Budhi berharap dengan dibentuk badan tunggal upaya pengembalian investasi untuk peningkatan keselamatan bisa diwujudkan.

Rencana ini sempat mengundang pro dan kontra dari sejumlah pemangku kepentingan. AP I dan II, misalnya, memilih agar ATC tetap seperti sekarang, yang berarti pengelolaannya ada di bawah kedua perusahaan pengelola bandara itu. Namun, belakangan mereka mulai melunak dan berbalik mendukung rencana tersebut.

Penolakan yang sempat diutarakan AP I dan II itu mendapat dukungan dari Komisi VI DPR yang menilai pemisahan ATC dari AP I dan II dikhawatirkan dapat memengaruhi kinerja finansial dan operasional keduanya.

Sementara Dephub yang propemisahan ATC berpendapat, dengan menjadi badan tunggal, pendapatan ATC dapat dikembalikan sepenuhnya untuk menunjang keselamatan penerbangan, misalnya dialokasikan pada perbaikan infrastruktur. (meutia rahmi/seputar indonesia)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: