Oleh: blogs | 5 Januari 2008

70% PDAM Nasional Tidak Sehat

Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPSPAM) menyatakan, 70% dari 340 perusahaan daerah air minum (PDAM) memiliki kinerja yang tidak sehat. Biaya operasional perusahaan-perusahaan itu masih jauh lebih besar dari pendapatan yang diperoleh.

”Sumber daya manusia yang kurang menyebabkan keadaan manajemen perusahaan-perusahaan itu tidak sehat. Saat ini baru 79 atau sekitar 25% PDAM saja yang kondisinya sudah sehat,” kata Kepala BSPAM Rachmat Karnadi di Jakarta Jumat (4/1) kemarin.

Selain masalah manajemen, kata dia, persoalan tarif menjadi salah satu masalah bagi PDAM nasional. Karena itu, Rachmat berharap tarif PDAM harus lebih rasional agar perusahaan bisa menutup biaya operasionalnya. Dia mengatakan masih banyak PDAM yang memberlakukan tarif yang sangat rendah. ”Masih ada PDAM yang tarifnya hanya Rp500 per kubik,” tuturnya.

Menurut dia, agar sebuah PDAM dapat beroperasi secara normal, tarif minimal harusnya sekitar Rp2.500 per kubik. Sedangkan untuk dapat mengembangkan usaha, PDAM butuh tarif minimal mencapai Rp3.500 per kubik. ”Dengan demikian, barulah PDAM dapat berjalan secara baik untuk menjalankan tugasnya,” kata dia.

Mengenai faktor sumber daya manusia, lanjut dia, peranannya juga tidak kalah penting untuk menyehatkan kinerja sebuah PDAM. Sebab, berdasarkan laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terdapat 108 PDAM yang belum bisa membuat laporan keuangan.

”Kebanyakan PDAM itu terletak di luar Jawa,” ujarnya. PDAM tanpa laporan keuangan ini, sambung dia, kemudian kesulitan menerapkan sistem manajemen yang baik. Bahkan, banyak pula PDAM yang berganti-ganti manajemen sehingga semakin memperparah keadaan perusahaan.

Karena itu, Rachmat mengatakan, untuk tahun ini pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap PDAM yang kurang sehat tersebut. Diharapkan, pada akhir 2009 sudah tidak ada PDAM yang kondisi keuangannya tidak sehat. Bantuan bagi PDAM dengan kinerja buruk itu dilakukan dengan memberikan bimbingan teknis dan nonteknis berupa melalui pelatihan-pelatihan.

Dalam upaya penyehatan PDAM, anggota Komisi V DPR Azwar Anas mengatakan perlu dilakukan evaluasi atas tarif sejumlah PDAM. Selain peningkatan tarif, imbuh dia, perbaikan manajemen pun harus dilakukan secara beriringan agar kinerja perusahaan menjadi lebih baik.

”Selain itu, memang reformasi utang juga perlu dilakukan. Soalnya, jika dibiarkan terusmenerus, mereka akan semakin terbebani oleh utang yang tidak dapat dibayar,” tandasnya. (arif dwi cahyono/seputar indonesia)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: