Oleh: blogs | 6 Januari 2008

Direktur Pembangkitan PT PLN Diberhentikan

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT Perusahaan Listrik Negara Ali Herman Ibrahim diberhentikan dari jabatannya menyusul terganggunya pasokan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Tanjung Jati B. Gangguan itu menyebabkan satu unit pembangkit berhenti beroperasi sehingga mengancam keamanan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan A Djalil seusai meninjau PLTU Suralaya di Banten, Sabtu (5/1), mengatakan, pendisiplinan itu dilakukan karena yang bersangkutan bertanggung jawab langsung dalam pengoperasian pembangkit. Ia menilai telah terjadi kelalaian karena gangguan pasokan batu bara akibat cuaca buruk ini sudah yang kedua kalinya.

“Bagaimana bisa pembangkit sampai kehabisan batu bara. Akibatnya, kan PLN harus menggantinya dengan bahan bakar minyak (BBM). Semestinya, sewaktu ini terjadi tahun lalu, langsung dilakukan pembenahan manajemen stok. Mereka kan harusnya sudah tahu bahwa setiap bulan Desember sampai Januari itu cuaca buruk,” kata Sofyan.

PLTU Tanjung Jati B yang berkapasitas 2 x 660 megawatt mulai beroperasi Oktober 2006. Pasokan batu bara ke pembangkit yang berlokasi di Desa Mlonggo, Kabupaten Jepara, itu terganggu sejak akhir Desember 2007. Meskipun ada tiga kapal pengangkut batu bara dengan total muatan 180.000 ton menanti di perairan Jepara, gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal tidak bisa merapat ke dermaga.

Terhitung sejak 31 Desember 2007, PLTU Tanjung Jati B Unit 1 dimatikan untuk menghemat stok batu bara yang tersisa.

Sampai kemarin, buruknya cuaca masih menghalangi upaya pembongkaran batu bara. Akibatnya, dengan pasokan batu bara yang hanya tersisa sekitar 18.000 ton, PLTU Tanjung Jati B Unit 2 dioperasikan setengah dari kapasitas.

Secara terpisah, Komisaris Utama PT PLN Alhilal Hamdi mengatakan, keputusan pemberhentian Direktur Pembangkitan dan Energi Primer itu diambil dalam rapat Dewan Komisaris yang digelar Jumat (4/1) malam.

“Hasil itu kami sampaikan kepada direksi PLN. Mereka kemudian minta waktu untuk merapatkan dan hasilnya menerima keputusan itu,” kata Alhilal.

Ia mengatakan, untuk menggantikan pasokan listrik yang hilang dari Tanjung Jati B, PLN membakar lebih banyak BBM di pembangkit lain. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk itu mencapai Rp 15 miliar per hari.

Menyikapi keputusan Dewan Komisaris, Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono mengatakan pihaknya menerima. “Berdasarkan mekanisme BUMN, ada waktu 30 hari bagi yang bersangkutan untuk membela diri. Nanti ditentukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa,” ujar Eddie.

Berdasarkan catatan Kompas, sebelumnya, pada tahun 2007, direksi BUMN lain juga dikenai tindakan pendisiplinan. Tiga orang direksi Garuda diberhentikan setelah kasus penyegelan enam maskapai itu. Lalu pemberhentian direksi di Angkasa Pura II akibat peristiwa kebakaran Bandara Polonia, Medan. (DOT/kompas)


Responses

  1. ass. kami dari kelurahan 30 ilir mengucapkan selamat ulang tahun kepada pln yang ke 27 oktober semoga ditahun ini dan tahun yang akan datang pln tetap berjaya dan selalu menerangi negara indonesia ini. tanpa listrik negara ini gelam gulita. karna pln adalah penerang kehidupan kami semua yang ada di negeri ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: