Oleh: blogs | 7 Januari 2008

Kajian Holding BUMN Perbankan Dikebut

Kementerian Negara BUMN serius untuk segera membentuk perusahaan induk (holding) bagi BUMN perbankan. Diharapkan, target kajian holding BUMN perbankan itu dapat selesai dalam enam bulan ke depan.

”Alternatifnya macam-macam. Apakah nanti dibentuk perusahaan induk baru, atau yang sudah ada dijadikan holding, masih terus kami kaji,” kata Deputi Bidang Usaha Jasa dan Keuangan Kementerian Negara BUMN, Parikesit Suprapto, di Jakarta, Sabtu (5/1).

Dalam beberapa hari terakhir, kata Parikesit, pihaknya secara intensif melakukan kajian tersebut. Meskipun, konsultan untuk menggarap kajian itu hingga kini belum ditunjuk.

Proses penunjukan konsultan akan dilakukan jika Kementerian Negara BUMN telah menyusun kerangka yang jelas tentang perusahaan induk BUMN perbankan tersebut. ”Kajian holding BUMN perbankan ini salah satunya dalam rangka restrukturisasi perbankan BUMN,” katanya.

Namun, ujar Parikesit, kajian itu bukan dimaksudkan secara khusus untuk memenuhi aturan kepemilikan tunggal (single presence policy) yang ditetapkan Bank Indonesia. ”Tidak khusus untuk SPP, tetapi kebetulan ada kaitannya dengan itu.”

Berbagai alternatif bentuk perusahaan induk BUMN perbankan itu, ungkapnya, hingga kini masih digodok. Dia lantas menyebutkan opsinya, yakni apakah mendirikan bank baru, dari bank yang sudah ada, atau membentuk lembaga nonbank.

”Nantinya diarahkan untuk program jangka panjang, termasuk pembiayaan infrastruktur,” jelasnya. Sejauh ini, ada empat bank yang beroperasi dalam segmen pembiayaan fokus, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Sementara itu, mengenai rencana pembentukan perusahaan induk bagi 15 BUMN di sektor perkebunan, PTPN I-XIV dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Menneg BUMN, Sofyan Djalil, mengatakan, tinggal menunggu terbitnya peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan selesai akhir bulan ini. ”Segera dan secepatnya holding perkebunan ini harus terselesaikan,” kata Sofyan, Kamis (3/1).

Dia optimistis holding BUMN perkebunan akan terwujud pada awal 2008, tertunda dari rencana semula yang ditargetkan rampung akhir 2007. ”Saat ini proses-prosesnya sudah pada tahap akhir dan tinggal menunggu PP.”

Di sektor perkebunan terdapat 14 PTPN dan satu RNI. Total penjualan bersih mereka mencapai Rp 20,7 triliun dengan ekuitas Rp 7,3 triliun. Berdasarkan kajian konsultan, alternatif yang dapat dilakukan adalah membentuk holding yang menangani pemasaran, investasi, dan kebijakan strategis.

Jika holding terbentuk, nilai ekuitas BUMN perkebunan akan meningkat dari Rp 30,03 triliun pada 2005 menjadi Rp 62,27 triliun pada 2009 atau meningkat 107,35 persen.

Menneg BUMN juga optimistis holding BUMN pertambangan dan BUMN perkebunan akan terealisasi di awal 2008. ”Kami sangat yakin karena proses-prosesnya sudah pada tahap akhir. Jadi pada awal 2008 kami akan sangat berusaha.”
(ant/has/republika)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: