Oleh: Palimbani | 9 Januari 2008

Kualitas Beras Bantuan Bulog Buruk

Badan Urusan Logistik (Bulog) dinilai melakukan manipulasi bantuan beras bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beras yang dibagikan kepada para korban bencana tersebut dinilai tidak sesuai standar pemerintah.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Khafid Sirotudin mengungkapkan, dari penelusuran di beberapa daerah seperti Kudus, Pati, Grobogan, dan Blora, Komisi E menemukan beras bantuan yang disalurkan Bulog tidak layak. Kualitas beras yang ditemukan di sejumlah lokasi bencana itu jauh di bawah kualitas beras Standar Nasional Indonesia (SNI) IV atau beras yang selama ini didistribusikan untuk masyarakat miskin (raskin) dengan harga Rp4.620 per kg.

“Seperti beras bantuan yang kami temukan di Kudus, tingkat patahannya tinggi,di atas 20%,warnanya kehitaman dan baunya juga apak. Padahal, standar beras sesuai UU No 3/1979 tentang Perberasan beras yang patah maksimal 15%,” paparnya Selasa kemarin. Dia menambahkan, jumlah beras yang disalurkan Bulog untuk korban bencana di Jateng dan Jatim mencapai 1.780 ton. Beras tersebut berasal dari berbagai gudang Bulog di kedua provinsi ini.

Dari hasil penelitian, sebagian besar beras bantuan tidak sesuai standar. Koordinator LSM Protanikita Jawa Tengah Bonang menilai sikap Bulog yang terkesan santai menanggapi masalah itu karena tidak ada komplain masyarakat. Menurut dia, bagaimanapun para korban bencana tidak akan mempermasalahkan mutu beras bantuan yang diberikan kepadanya.

“Lha wong mereka mendapat bantuan saja sudah senang kok, bagaimana mungkin akan komplain. Namun, jangan sampai itu dijadikan alasan untuk tidak memenuhi mutu minimal standar,” tegasnya Selasa kemarin.

Menurut dia, selain faktor keterpaksaan, masyarakat menerima beras tak layak itu karena kurang informasi. Hal itu disebabkan Bulog tidak melakukan sosialisasi hakhak masyarakat atas kualitas beras bantuan. Karena itu, kalangan yang mengetahui ketentuan harus memberikan perlindungan dan pembelaan para korban bencana dari tindakan tercela oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Saat ini banyak oknum yang terus mencari-cari keuntungan dari penderitaan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bulog Subdivre II Karesidenan Pati Djatmiko membantahkualitasberasbantuan yang diberikan di bawah standar. Menurut dia, bantuan yang disalurkan kepada para korbanbanjirseluruhnya layak dan sesuai standar.

“Adanya tudingan beras berkualitas jelek itu tidak benar. Sebab beras yang kita salurkan jenis IR 4 yang layak dikonsumsi,” jelasnya di kantor Bulog Divre IV, Semarang, kemarin.

Dia mengaku beras yang disalurkan kepada para korban banjir memang tidak seperti beras di pasaran. Menurut dia,beras di pasaran lebih segar dan untuk kalangan menengah ke atas. Dia mengungkapkan, beras milik Bulog sebelumnya telah disimpan di gudang-gudang sehingga tingkat kesegarannya sudah berkurang. “Namun, beras yang kami salurkan tetap saja sesuai standar,” tegasnya. (khusnul huda/harian SINDO)


Responses

  1. mutu beras yg ada distock pemerintah, guna keperluan bencana adalah dari gabah petani, yg memang kurang bagus penanganan nya.sehingga beras yg dihasilkan tidak tahan lama utk disimpan. mari kita berpikiran jernih, jangan saling curiga, kita tingkatkan pengethuan petani, sapu/bersihkan bulog dari org2 yg tidak mau memperbaiki citra bulog.

  2. Tidak akan pernah selesai bila semua saling menyalahkan tanpa adanya suatu tindakan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: