Oleh: blogs | 11 Januari 2008

PLN Direstrukturisasi

Rapat Umum Pemegang Saham PT Perusahaan Listrik Negara memutuskan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi besar-besaran di tubuh perusahaan. Akhir tahun ini, lima wilayah distribusi di Jawa dan Bali diubah menjadi anak perusahaan baru untuk mendorong desentralisasi pengelolaan listrik.

Komisaris Utama PT PLN Alhilal Hamdi, Kamis (10/9), mengemukakan PLN pusat hanya akan menjadi holding, sementara operasi dilakukan anak-anak perusahaan. Pembentukan PLN distribusi Jakarta dan Tangerang, Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, akan mendorong diferensiasi tarif di tiap wilayah yang menyesuaikan pada ketersediaan sumber energi primer di wilayah itu dan kemampuan konsumen.

“Contohnya di Bali, daya beli masyarakatnya lebih tinggi dari wilayah Banten sehingga tarifnya bisa dibedakan,” ujar Alhilal.

Saat ini, PLN memiliki dua wilayah distribusi yang berstatus anak perusahaan yaitu PLN Tarakan dan PLN Batam. Kedua wilayah itu memberlakukan tarif dasar listrik yang berbeda dengan TDL nasional. Alhilal mengatakan daerah yang memiliki sumber daya energi primer berlimpah seperti Kalimantan seharusnya bisa menerapkan tarif listrik yang lebih kompetitif daripada Jawa. “Dengan begitu perkembangan industri dapat didorong ke luar daerah, pertumbuhan lebih merata,” jelasnya.

Saat ini produksi listrik nasional masih sangat timpang. Sekitar 80 persen dihasilkan di Jawa, 11 persen di Sumatera, sedangkan Kalimantan dan Indonesia Timur hanya sekitar sembilan persen. Apabila daerah yang sumber daya energinya lebih banyak bisa menghasilkan listrik dengan biaya pokok produksi lebih murah, maka subsidi juga bisa berkurang. Rata-rata harga jual listrik PLN sekarang berkisar 6,2 sen dollar AS per kWh.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2008 biaya bahan bakar pembangkit diperkirakan mencapai Rp 84 triliun, sementara target penjualan listrik hanya Rp 79 triliun, sehingga dengan hitungan harga minyak 80 dollar AS per barrel, PLN membutuhkan subsidi Rp 69,7 triliun.

Dalam upaya mendorong desentralisasi pengelolaan kelistrikan, restrukturisasi juga akan dilakukan dalam organisasi direksi PLN pusat. Renncananya, posisi direktur pembangkit, direktur niaga, dan direktur transmisi dipindahkan di bawah direktur yang membawahi wilayah. Dengan desentralisasi itu diharapkan proses pembangunan pembangkit akan lebih mudah. “Nanti ada direktur yang akan membawahi wilayah Jawa Bali dan Madura, direktur wilayah Sumatera, dan direktur wilayah Indonesia bagian Timur. Di masing-masing wilayah akan ada deputi direktur pembangkit, niaga, transmisi, dan distribusi,” papar Alhilal.

RUPS yang dilaksanakan Selasa lalu itu juga mengamanatkan PLN untuk segera menyiapkan dua anak perusahaannya yaitu PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali untuk menjadi Badan Usaha Milik Negara mandiri, lepas dari induknya.

Namun, Direktur Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa mengingatkan konsekuensi yang muncul dengan rencana restrukturisasi PLN. “Koordinasi dalam perencanaan akan menjadi lebih sulit, biaya operasi bakal bertambah sementara PLN kan masih disubsidi. Energi dan sumber daya PLN akan terbuang untuk mengurusi restrukturisasi ini. Jangan-jangan nanti justru pembangunan infrastruktur kelistrikan terbengkalai,” ujar Fabby.

Dalam RKAP PLN 2008 tercatat sejumlah masalah yang dihadapi PLN yaitu posisi sebagai pelaksana pelayanan umum atau pengembangan bisnis. Selain itu sampai saat ini listrik masih berfungsi sebagai salah satu infrastruktur utama dibandingkan sebagai komoditi komersial.

Kondisi kelistrikan tahun ini masih berpotensi terjadi kekurangan terutama di sistem Jawa Bali yang pertumbuhan konsumsinya paling tinggi. Sementara belum ada pembangkit baru yang akan masuk ke sistem, ditambah lagi jadwal pemeliharaan beberapa pembangkit besar yang dimajukan ke tahun ini untuk menghindarkan pemadaman di saat pelaksanaan pemilihan umum tahun 2009. (DOT/harian kompas)


Responses

  1. Restrukturisasi PLN ini mengingatkan saya saat IMF memberikan resepnya kpd Indonesia saat menghadapi krismon.
    Intinya tdk nyambung antara obat dan penyakitnya.
    Restrukturisasi ini malah berpotensi menaikan harga listrik pd banyak daerah, membuka peluang dimilikinya aset strategis bangsa oleh pihak asing dan menciptakan kesenjangan kesejahteraan antar daerah.
    Begitu strategisnya persoalan listrik ini, sehingga kajiannya mestinya tdk cukup oleh pihak yg ada dalam RUPS tersebut saja, perlu kajian teknis, kajian ekonomi, kajian sosial, kajian hukum dan sebagainya yg tdk bisa diputuskan scr instant dalam RUPS belaka.
    Kompetensi pengambil keputusan dalam RUPS ini memang krdibel tapi terlalu kecil untuk memecahkan persoalan listrik untuk bangsa.
    Dan satu hal lagi, restrukturisasi ini sangat mirip dgn amanat UU no. 20 ttg Ketenagalistrikan yg telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi krn bertentangan dgn UUD 45, jadi sptnya hasil RUPS PLN bisa dikatakan inskontitusional
    Sayang sekali …. kita tdk tau apa agenda tersembunyi dibalik RUPS ini.
    Selamat menjadi negara kapitalis, setelah BBM dan telekomunikasi dikuasai asing, kini listrik pun akan digadaikan pula.

  2. negara kita memang kaya, tapi kini sebagian besar sudah dikuasai asing, termasuk sebentar lagi listrik, wah listrik murah tinggal mimpi deh

  3. Selamat menikmati listrik mahal untuk rakyat jawa bali, orang miskin silahkan pindah dari jawa bali. Apakah begini cara halus pemerintah untuk menyamaratakan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi yang ada!

    Awalnya dipecah satu-satu, dicomot satu-satu, digadaikan satu-satu. Kalo tetap dibiarkan sebentar lagi tidak ada lagi Negara Kesatuan RI, karena di jual satu-satu. Aset-asetnya, kehormatannya, orang-orangnya, masa depannya!

    Ini tidak lebih baik dari memperkosa ibu sendiri, ibu pertiwi.

  4. saya sangat setuju dengan :Direktur Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa, bahwa Energi dan sumber daya PLN akan terbuang untuk mengurusi restrukturisasi ini, lebih baik pada RUPS mencari solusi terhadap masalah krisis kelistrikan yang sekarang dihadapi oleh PLN, sehingga pelayanan kepada konsumen dapat ditingkatkan, jangan mengkotak-kotakkan PLN itu tidak akan se-effesien sekarang, so atau ini merupakan re-inkarnasi UU No. 20 tentang ketenaga listrikan

  5. Saya tidak setuju dengan dipecahnya PLN, sebaiknya pemerintah lebih memfokuskan bagaimana mensejahterakan rakyat.
    Toh masih banyak dibidang lain yang lebih difokus.
    PLN sendiri adalah perusahaan yang strategis lebih sifatnya kepembangunan.
    Lah kalo dipecah dan diswastakan tentu pemerintah sendiri tidak bisa turut serta mencampri kebijakan2 nantinya.
    Apakah karena ingin mengurangi subsidi saja tanpa memikirkan dampak kedepannya, atau ada udah di balik …….. ???
    Cobalah belajar dari pengalaman2 sebelumnya ?
    Mau dibawah kemana Negeri kita yang tercinta ini, oh nasib ……… bangsaku.

  6. Coba renungkan sekali lagi UUD 1945 pasal 33, di sana jelas diterangkan.
    PLN merupakan perusahaan yang melayani kebutuhan listrik seluruh rakyat Indonesia. Menguasai hajat hidup orang banyak, bukan per golongan.
    Bila PLN dipecah sama artinya memecah NKRI.
    Tahun 2009 akan ada PEMILU, apakah ada nuansa politis di balik RUPS. Sedang RUPS sudah dinyatakan gugur di Mahkamah konstitusional.mungkin memang benar-benr ada kepentingan dari pihak2/golongan2 tertentu yang terus menggoyang PLN.
    Tetapi biar seluruh rakyat yang memutuskan, bukan dewan kehormatan yang mewakili dirinya sendiri berkedok wakil rakyat.
    Seharusnya seluruh rakyat Indonesia mendukung penolakan RUPS, karena dampak negatifnya akan dirasakan langsung oleh seluruh bangsa ini. Tarif listrik semakin mahal, karena biaya produksi yg tinggi.Swasta pasti cari untung. bila seluruh rakyat diam berarti menerima RUPS dan siap pakai lampu sentir (ublik) atau lampu teplok itupun paki minyak dari kelapa karena itu yg murah.

  7. Sangat disayangkan bila PLN dipecah-pecah. Saat ini masalah yang dihadapi PLN adalah bagaimana mendapatkan bahan bakar, terutama coal dan gas. Hampir 30% beban Jawa madura bali di support oleh pembangkit berbahan bakar minyak. Inilah sumber pokok permasalahan. Sepertinya Pemerintah tidak serius menangani permasalahan ini. Seharusnya pembangkit thermal berbahan bakar minyak dirubah menjadi berbahan bakar gas. Untuk PLN sendiri, saya kira tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini sendirian, karena menyangkut kebijakan energi primer pemerintah. Sehingga keseriusan pemerintah diuji dalam masalah ini.
    Restrukturisasi PLN bukan obat mujarab untuk menyehatkan PLN. Karena persoalan utamanya adalah bahan bakar yang ekonomis. Di sisi Transmisi dan Distribusi akan kesulitan menentukan tarif karena pentarifan sangat tergantung pada harga pokok penjualan energi (HPP) listrik oleh kedua anak perusahaannya.
    Lantas yang terjadi apakah hanya pengalihan subsidi dari PLN ke anak perusahaan yang akan dijadikan BUMN tersendiri?
    Atau bila pemerintah tega dengan rakyatnya sendiri, maka subisidi dihilangkan, dan dengan HPP yang tinggi maka rakyat akan dibebani ongkos listrik yang sangat mahal, terutama industri.
    Sepertinya pemerintah harus mencontoh kegagalan Inggris dalam swastanisasi listrik. sekarang mereka kembali menerapkan monopoli penuh terhadap bisnis kelistrikan dengan menerapkan manajemen kelistirkan yang baik.
    Proyek 10000MW juga tidak bisa serta merta menyelesaikan masalah kelistrikan di jawa bali. Ketersediaan batubara sekarang sangat rentan availabilitynya karena batubara adalah barang komoditi. Siapa yang mampu membeli mahal, dia lah yang akan dapet. Bila PLN disuruh bersaing dengan negara2 importir batubara dalam hal harga, maka tarif listrik yang murah cuman hanya impian.
    Jadi masalah kelistrikan bukan di selesaikan dengan unbundling tubuh PLN, melainkan dengan perbaikan regulasi dan kebijakan energi primer.

  8. ayo…teman-teman, kita galang persatuan dengan tetap berpegang teguh PLN SATU, kita pertahankan sampai titik darah penghabisan

  9. Akan lebih bijaksana jika PLN berusaha memperbaiki kinerja orang2 ditubuh PLN sendiri, lebih baik enyahkan saja orang2 yg mementingkan kepentingan pribadi, mencari untung besar2an yg merugikan PLN. Untuk mencapai hasil maksimal bukan dengan merestruktur perusahaan, tapi orang2nya.

    Buka mata, hai orang2 yg ada di PLN, sebagian besar dari anda2 pasti khawatir dengan pemisahan ini, pertanyaanya adalah, anda takut kesejahteraan anda terusik dan tidak bisa mengorek kantung PLN atau takut kesejahteraan konsumen dan masyarakat terusik??

    Jawaban yg saya tahu dengan pasti anda khawatir dengan kesejahteraan anda sendiri.

    Kerja orang2 di atas sana ternyata hoby memecah belah, membuka kesempatan untuk mempermudah kekuatan asing menghancurkan negeri kita! Duh..sadar..sadar…!

  10. Mewakili pelanggan, saya merasa bahwa apa yang terjadi di bisnis listrik indonesia sangatlah tidak sehat. Tarif listrik masih ditentukan oleh Presiden (ngalah-ngalahin Sembako aja…..). Dengan dalih untuk kepentingan rakyat, makanya tarif listrik nggak dinaik-naikkan. Tapi masih aja dikasih subsidi sehingga subsidi untuk kesehatan & pendidikan sedikit (ya.. sama aja donk)….. Ini namanya pembodohan masyarakat. Saya kira masyarakat sekarang udah tambah pintar, dengan tarif yang dilepas ke pasar, masyarakat udah tahu, kapan harus make listrik banyak atau sedikit. Ini semacam hukum ekonomi, kalau harga tinggi dengan dana yang pas-pasan maka otak akan berputar mencari cara untuk penghematan.
    Selain itu perlu adanya kompetisi di bisnis listrik indonesia. PLN sebagai satu-satunya pemegang kuasa kelistrikan sampai saat ini masih memonopoli usaha ini. Dengan restrukturisasi PLN & jika ada UU yang baru yg mengatur bisnis setrum ini, diharapkan ke depan kelistrikan di indonesia semakin baik dan memberikan nilai lebih bagi bangsa & rakyat.
    Untuk warga PLN: Jangan takut dech dengan restrukturisasi. Kalau restrukturisasi itu untuk kebaikan pelanggan, kenapa tidak???
    Jangan hanya memikirkan kepentingan di PLN sendiri donk, lihat pelanggan juga.
    Kalau dibilang bahwa PLN itu sebagai sarna pemersatu NKRI, ya bisa aja… tapi itu bukan satu-satunya cara… Cara yang benar adalah membuat sejahtera & makmur rakyat indonesia. Jangan sejahteranya cuman di sebagian masyarakat aja & warga PLN aja….(he…he…he…). Kalau semua udah sejahtera, pasti aman dech NKRi itu….

  11. Pemerintah sekarang emang hobbynya menyengsarakan rakyat & lebih menomorsatukan kepentingan pribadi & kelompok!
    Apakah tidak sebaiknya pemerintah konsen pada perbaikan sistem pendidikan dulu baru “MENJUAL SEMUA ASET² YANG ADA DI TANAH TERCINTA KITA INI, kalo sistem pendidikannya sudah baik, di harapkan para pemimpin yang akan datang lebih memikirkan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan pribadi.

  12. Buat pemegang SAHAM.
    Kalo mensubsidi rakyat 70 trilliun bingung padahal uang ada. apa artinya PANCASILA bagi hidup anda.
    Kalo anda pake qur’an dan hadis anda akan memberi subsidi lebih banyak lagi karena balasan diakhirat, anda tahu galaksi andromeda itu untuk anda semua karena bagi ALLAH tak ada arti benda itu.
    Kenikmatan dunia yang anda kejar sampe mengorbankan rakyat, dibanding kebahagian akhirat, semisal setetes air dilautan yang luas.
    setes air kebahagian dunia dan lautan kebahian akhirat. ini kata rasul Muhammad nggak percaya kafir.
    Seringlah tafakur jangan mikir duit-duit. lihatlah bumi dari angkasa diantara galaxy.

    Jadilah mulia kerena sering menolong rakyat,
    Bekerjalah demi hari akhirat bukan buat untuk anak istri dan nafsu anda. anda dikubur anak istri dan siapa saja nggak ada yang mau ikut masuk kubur.

  13. pegawai pln pada takut ga bisa korupsi lagi, ga bisa meras masyarakat lagi. karena dituntut profesional dan kerja keras bagi kepuasan pelanggan bukan kepuasan pegawai pln. yang berlaku sekarang bukan pln yang melayani masyarakat tapi masyarakat yang harus melayani pln. mau masuk listrik harus mengemis ke pegawai pln, alasannya trafo overload tapi kalo ada uang 5 juta bisa masuk trafo ga jadi overload lagi. dasar korup, udah swastanisasikan aja biar masyarakat ga jadi pengemis listrik lagi….di riau lapor kebagian gangguan harus bayar kalo mau diperbaiki terutama di perawang..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: