Oleh: blogs | 16 Januari 2008

Cadangan Benih Sumsel tahun 2008 Meningkat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) sudah mempersiapkan 800.000 kg benih yang akan disebar ke seluruh wilayah pertanian di Sumsel. Persiapan benih tersebut juga untuk mengantisipasi kegagalan panen akibat puso di daerah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Menurut Wakadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemprov Sumsel Leonardo Hutabarat, cadangan benih di provinsi Sumsel tahun 2008 memiliki beberapa pos. Pos tersebut adalah Cadangan Benih Nasional (CBN) sebanyak 150.000 kg, bantuan pemerintah pusat sebanyak 580.000 kg dan sisa cadangan benih tahun 2007 sebanyak 70.000 kg.

”Dengan total sekitar 800.000 kilogram benih yang dimiliki oleh Sumsel, saya rasa bisa mengatasi permasalahan kekurangan benih di beberapa tempat, akibat kegagalan panen yang disebabkan oleh banjir,” kata Leonardo.

Sebagian dari jumlah tersebut akan diperbantukan kepada petani di OKU Timur. Selain itu OKI, akan memulai musim tanamnya setelah beberapa pekan terakhir ini diserang oleh wabah puso seluas 867 hektare.

”Sehingga dengan cadangan benih yang kita miliki, dan jumlahnya untuk tahun 2008 ini akan ditingkatkan lebih banyak daripada tahun 2007, kita tidak perlu khawatir kekurangan benih di pasaran. Tahun 2007 sendiri kita anggarkan dana Rp7,5 miliar untuk cadangan benih Sumsel, dan tahun 2008 akan dinaikan. Namun, saya belum bisa mengatakan berapa jumlahnya karena masih diproses,” katanya.

Dia menjelaskan, puso di beberapa daerah Sumsel sendiri hanya terjadi selama satu bulan, sehingga setelah itu musim tanam bisa dimulai lagi. Kondisi tersebut tidak akan mengganggu pasokan pangan tahun 2008.

”Tidak akan menggangu, karena hanya terlambat satu bulan. Bulan ini di OKU Timur dan OKI sudah mulai menanam kembali dengan benih yang telah kita perbantukan. Kondisi ini belum akan mengganggu stabilitas persediaan tanaman pangan yang ada di Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Anggota Komisi II DPRD Sumsel Arudji Kartawinata, puso yang dihadapi petani beberapa waktu belakaang ini bukan sebuah kegagalan. Karena padi yang direndam banjir bukan tanaman yang siap panen, melainkan baru saja ditanam, sehingga harus dilakukan penanaman ulang.

”Di sinilah peranan pemerintah harus diwujudkan,petani memperoleh masalah untuk mendapatkan benih. Karena dalam pertanian skala kecil mereka tidak memiliki cadangan dana untuk membeli benih baru, bila terjadi musibah. Sehingga bantuan bibit berkualitas dari pemerintah akan sangat meringankan beban yang mereka tanggung selama musibah puso tersebut,” kata Arudji.

Dia menambahkan, peranan bantuan benih berkualitas sangat berpengaruh nyata terhadap panen yang nanti dihasilkan, dan akhirnya berpengaruh juga terhadap tertutupinya modal yang dikeluarkan oleh petani. Hal ini sudah merupakan program nasional dalam hal pemberian bantuan benih unggul kepada petani.

”Ini namanya adalah revitalisasi pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan. Semuanya akan saling kait mengait, benih berkualitas akan meningkatkan hasil panen, yang otomatis dengan peningkatan produksi tersebut juga secara langsung memberikan peningkatan pendapatan petani yang dapat menutupibiaya produksi,bahkan bisa surplus,” katanya. (CR-01/harian SINDO)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: