Oleh: blogs | 18 Januari 2008

Ketahanan Pangan

Tak pernah terbayangkan bahwa harga sepotong tempe goreng yang biasanya Rp 500 menjadi Rp 1.500. Dan itu sudah terjadi, karena harga kedelai sebagai bahan pokok pembuatan tempe harganya bergerak liar dari Rp 2.700 menjadi Rp 7.200 per kg.

Kenaikan harga kedelai di dalam negeri itu terjadi karena harga kedelai di pasar internasional naik drastis. Kenapa ketika harga di pasar internasional naik mengerek harga di dalam negeri? Karena produksi lokal hanya memenuhi 30 persen dari 2,1 juta ton, sehingga 70 persen kedelai harus impor.

Kondisi tersebut mengingatkan kita bahwa ketahanan pangan kita sangat memprihatinkan. Indonesia sebagai negeri agraris, dengan lahan yang subur dan luas, tetapi masih banyak mengandalkan hasil pertanian dari luar negeri. Sehingga begitu harga di pasar internasional naik, maka kita pun kelimpungan mengikutinya.

Tak bisa dipungkiri bahwa globalisasi menyeret kita ke dalam suatu pusaran internasional yang saling kait mengkait. Harga di luar naik, maka harga di dalam negeri pun akan terkerek. Tapi seandainya saja produksi dalam negeri sudah bisa mencukupi, kita masih bisa mengontrol harga di dalam negeri agar tidak memberatkan rakyat.

Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan. Intinya ketahanan pangan sangat penting untuk membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri, dan sejahtera melalui ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, bergizi dan beragam serta tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Berbekal PP tersebut semestinya, ketahanan pangan menjadi agenda penting bagi pemerintah untuk dilaksanakan. Apalagi banyak komoditi penting yang sampai saat ini kita masih harus impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kita bukan hanya lemah di kedelai, tapi juga di beras, terigu, jagung, dsb.

Melihat kondisi tersebut kita harus sigap dan cepat mengatasinya. Bagaimana agar ketahanan pangan bisa dicapai. Bukan saja agar kita tidak terlalu tergantung pada luar negeri, tetapi juga sekaligus mensejahterakan masyarakat Indonesia yang sebagian besar adalah petani.

Pemerintah perlu mendorong peningkatan produksi pada komoditas yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Perlu adanya pemberian bibit unggul, baik untuk padi, kedelai, atau yang lain. Surutnya kedelai dalam beberapa waktu terakhir ini misalnya, karena petani rugi jika menanam kedelai.

Rangsangan juga bisa dilakukan lewat pemberian kredit berbunga rendah. Bisa juga berupa jaminan pasar, karena selama ini banyak kasus ketika terjadi panen raya harga komoditas anjlok, sehingga petani harus tekor. Langkah lain adalah dengan memberikan subsidi harga pada petani. Subsidi ini jamak terjadi, bahkan di Amerika maupun Jepang.

Kita harus mengurangi ketergantungan pangan dari luar negeri. Pemerintah harus sadar bahwa ketergantungan pangan sebagaimana kasus kedelai ini sangat tidak menguntungkan bagi ketahanan pangan. Karena begitu harga dipasar luar negeri naik, kita tidak bisa berbuat banyak selain harus menerima dengan berat hati.

Petani emmiliki kedudukan strategis daam ketahanan pangan, karena selain sebagai produsen pangan, petani juga menjadi konsumen terbesar pula.. Maka tengoklah kembali pertanian, benahi pembibitan, rawat dan bangun irigasi, berikan kemudahan pendanaan bagi petani. [rep/pustaka-negeri]


Responses

  1. saya berharap semoga program ini menjadi batu loncatan bagi pemerintah, untuk kesejahteraan masyarakat desa.

  2. pemerintah dlm hal ini kurang memperhatikan masyarakat menengah kebawah, sehingga sepotong tempe menjadi makanan mewah untuk saat ini. saat ini mana ada departemen yg khusus mengurus sembako (sembilan bahan pokok) seperti bulog pada saat zaman orde baru. kalau dulu gemah ripah loh jinawi skrg gemah ripah loh kok mati. merdeka indonesia ku tercinta, ku tunggu janji pemimpin ku untuk mensejahterakan anak bangsa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: