Oleh: blogs | 25 Januari 2008

Ford akan Tutup 16 Pabrik

Produsen mobil asal Amerika Sertikat (AS), Ford, berencana menutup 16 pabriknya di Amerika Utara. Rencana tersebut membuat perusahaan yang berbasis di Michigan itu diperkirakan akan memutuskan hubungan kerja (PHK) setidaknya 40 ribu karyawan. Rencana tidak populis tersebut akan diumumkan pada laporan kinerja perusahaan tahun 2007, Kamis (24/1) waktu setempat.

”Jika permintaan terus menurun di luar prediksi kita, kita akan melanjutkan restrukturisasi bisnis kita untuk mendapatkan permintaan baru,” kata CEO Ford, Alan Mulally. Ford yang merugi 10 miliar dolar AS sepanjang tahun 2006 sedang melakukan restrukturisasi masif. Rencananya, perusahaan itu akan memotong biaya operasional hingga lima miliar dolar AS demi meraup kembali laba pada 2009 mendatang.

Mulally percaya rencana perusahaan akan berhasil dan operasional di pasar global tetap berjalan. ”Rencana yang kami lakukan adalah yang terbaik,” kata dia seraya menambahkan, pihaknya tetap akan berinvestasi untuk produk baru. Ford juga berencana menyegarkan kembali segala lini operasionalnya dalam beberapa tahun mendatang. Selama ini, sebanyak 60 persen bagian kendaraannya diproduksi di luar Amerika Serikat untuk mengurangi biaya operasional.

Kerugian Ford berawal dari market share (pangsa pasar) di dalam negeri yang harus bersaing ketat dengan produsen mobil asal Jepang, Toyota. Pada 2007 Toyota menggeser Ford sebagai produsen kedua terbesar di AS. Padahal posisi tersebut sudah ditempati Ford selama 75 tahun berturut-turut.

”Kita adalah perusahaan global. Inovasi yang harus kita galakkan adalah membuat mobil mini,” ungkap Mulally. Menurut dia, Ford tidak akan membuat mobil kecil murah seharga 2.500 dolar AS untuk menjadi tandingan Nano, mobil buatan Tata Motor dari India. Ford membuat mobil berbiaya rendah dan sudah terjual di seluruh dunia.

Kendaraan berharga murah tidak lagi diminati di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, konsumen tidak mau hanya melihat kendaraan dari sisi model. Kualitas dan regulasi yang ketat diyakini akan menahan masuknya kendaraan harga murah di pasar negara maju, (established market), seperti Jepang, AS, dan Eropa.

Secara global, industri mobil selama 2007 merupakan tahun terburuk sejak 1998. Yang menjadi penyebab adalah, harga gas yang meningkat, penurunan harga rumah dan juga perekonomian global.

Pada 2007 tersebut, penjualan Toyota di AS hanya naik tiga persen menjadi 2,62 juta unit mobil dan truk. Manajemen Toyota menuturkan, pelemahan ekonomi AS mempercepat penurunan pertumbuhan industri mobil. Semula, pertumbuhan di tahun 2008 diperkirakan tiga persen namun karena adanya pelemahan ekonomi AS, menjadi tidak optimistis, yaitu satu sampai dua persen saja.

Sementara penjualan General Motors Corp pada 2007 sebanyak 3,82 juta unit. Penjualan itu turun enam persen dibandingkan tahun sebelumnya untuk kendaraan jenis sedan besar. Sedangkan penjualan mobil turun delapan persen karena penjualan truk turun empat persen.

Desember juga menjadi bulan yang berat bagi produsen mobil. Padahal mereka sudah mati-matian memberikan potongan harga selama liburan akhir tahun. Penjualan Toyota naik dua persen pada bulan tersebut, sementara GM turun empat persen dan Ford merosot sembilan persen. Hal yang sama dialami Nissan Motor Co yang mengalami penurunan 2,4 persen. ap/afp/ria/republika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: