Oleh: blogs | 26 Januari 2008

700 Ton Pupuk Bersubsidi Disita dari PTPN VII

Lebih dari 700 ton pupuk urea bersubsidi ditemukan di gudang milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN VII) unit usaha Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Dugaan sementara pupuk itu milik PT Pusri yang didistribusikan lewat PT Dergantara Star.

Kepala Urusan Humas PTPN VII Lampung, Sonny Soediastanto, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya ratusan ton pupuk bersubsidi di gudang I unit usaha Bunga Mayang, Lampung Utara.

Pupuk itu milik petani. Kami hanya beritikad baik menyimpannya di gudang Bunga Mayang. Kami tidak tahu kalau ini bakal bermasalah,” kata Sonny dihubungi Republika via telepon selulernya kemarin.

Ia menegaskan PTPN VII tidak menggunakan pupuk bersubsidi. Mengenai jumlah pupuk urea bersubsidi yang jumlahnya lebih dari 700 ton itu, Sonny menjelaskan kapasitas gudang PTPN VII cukup besar. Dan gudang itu kerap dijadikan tempat titipan pupuk.

”Berapapun jika memang muat, maka kami terima saja pupuk titipan itu,” kata dia. Menurut dia, itu merupakan itikad baik perusahaan karena pupuk jatah petani itu akan rusak jika tidak disimpan di gudang yang baik lantaran terkena panas dan hujan.

Sonny menegaskan dirinya hanya ketitipan barang. Dia mejelaskan tak tahu pupuk bersubsidi itu akan diapakan dan dibawa ke mana. Ia kembali menegaskan niat perusahaan untuk membantu menyimpankan pupuk jatah petani tersebut. Ia mengatakan pihak perusahaan yakni unit usaha Bunga Mayang, siap menjadi saksi di kepolisian dalam kasus penitipan pupuk untuk pangan bukan non-pangan.

Temuan simpanan pupuk bersubsidi untuk sektor pangan diungkap Polda Lampung sejak 18 Januari silam. Polda menemukan sekitar 700 ton pupuk bersubsidi yang setelah diselidiki ternyata milik distributor PT Pusri pemasaran Lampung. Pada 23 Januari 2008, Polda kembali menemukan 70 ton pupuk di Tanjungseneng, Bandar Lampung.

Diduga kasus ini merupakan kasus penyelewengan. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pelaku menukar karung pupuk PT Pusri dengan Pupuk Kujang. Dugaan penyelewengan ini mencuat lantaran distributor tidak memiliki surat delivery order (DO) baik dari PT Pusri maupun PT Pupuk Kujang. Hanya saja kepastian bahwa pupuk itu dari PT Pusri karena distributor yang menyimpan adalah mitra kerja perusahaan yang berpusat di Sumatra Selatan itu.

Kepala PT Pusri PPD Lampung, Andi Syamsaimun, dikonfirmasi Republika, Jumat (25/1) siang, membenarkan kalau PT Dergantara Star adalah distributor PT Pusri PPD Lampung. Namun, ia tidak mengetahui persoalan penemuan atau penyewengan penyaluran ratusan ton pupuk urea bersubsidi tersebut kepada pihak perusahaan. ”Benar itu distributor PT Pusri. Tapi, kami belum tahu persoalan itu. Lagi pula, belum jelas pupuk tersebut dari Pusri atau Pupuk Kujang,” kata Andi.

Keterangan yang diperoleh, pupuk urea bersubsidi ini bakal dijual dengan harga Rp1.800/kg untuk petani plasma PTPN VII. Harga jual ini jauh melampaui harga urea bersubsidi dengan harga eceran tertinggi (HET) urea bersubsidi Rp1.200/kg. (mur/republika)


Responses

  1. apa berita ini benar??

  2. ini sih udah kelewatan banget

  3. PAda boong tu Sonny,, bilang aja aji mumpung karena gudang Perusahaan GD jadi bisa selundupin hak Petani!!!!!!!!!!!!!

  4. Apapun alasanya itu sudah menjadi temuan polda lapung..
    dimna proses penelitian harus tetap dilaksanakan agar tidak ada pihak yang dirugikan.
    kemudian kalau hanya dengan alasan penitipan itu bukan alibi yang kuat,..
    jadi untuk polda lampung agar memproses kasus hingga pupuk yang bersubsidi bisa samapai sebagai mana mestinya..
    kemudian kedepanya harus ada pihak yang memantau kemana seharusnya pupuk itu sampai. selamat bekerja polda lampung..
    dan untuk daerah tolong cai informasi dengan program apapun dan dengan pihak yang berkait dan apappun masalahnya agar tidak ada keraguan dan tidk dirugikan ..semangat dan terus bangkit lampung utara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: