Oleh: blogs | 5 Februari 2008

K3 Pusri Telan Rp1 Miliar

PT Pusri menganggarkan dana cukup besar untuk menekan angka kecelakaan pekerja dan menargetkan zero accident. Direktur Produksi PT Pusri Palembang Indra Jaya mengatakan, anggaran Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Dia menuturkan, dana tersebut setiap tahunnya mengalami kenaikan dan digunakan untuk menekan angka kecelakaan kerja.

“Kita telah menjalankan semua prosedur yang telah menjadi ketentuan.Sehingga pada tahun 2008 ini PT Pusri menjadi zero accident,” jelasnya. Dia menjelaskan, uang yang dianggarkan untuk membeli peralatan keselamatan pekerja. Mulai dari pembelian mobil tangga hingga safety belt untuk pekerja yang berada di ketinggian.

“Mulai dari pelindung kepala hingga penutup kuping bagi pekerja yang selalu berdekatan dengan suara, telah disediakan,” terangnya. Indra menegaskan, anggaran yang dipergunakan menjadi kewajiban setiap perusahaan. Dia mengungkapkan, perusahaan yang tidak memiliki standar keselamatan kerja, akan mendapat sanksi dari pemerintah. Mulai dari pencabutan izin usaha hingga tidak diperbolehkan lagi beroprasi.

“Kita, salah satu perusahaan yang menjadi percontohan. Karena semuanya alat-alat yang disediakan memenuhi standar keamanan,” tegasnya. Dia mengungkapkan, pada tahun lalu pihaknya telah membeli dua kendaraan tangga dengan harga Rp16 miliar yang berguna untuk melakukan penyelamatan di tempat atau gedung tinggi.

Dia melanjutkan, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan untuk peningkatan keselamatan kerja. ”Kita juga memberikan sanksi kepada pekerja yang tidak mempergunakan perlengkapan keselamatan kerja.Karena di sekitar kawasan kerja kami memberlakukan peraturan tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumsel Drs RH Mansyur Yan mengatakan, setiap perusahan wajib melengkapi pekerja dengan peralatan keselamatan. Dia menegaskan, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang menyangkut keselamatan tenaga kerja.

”Semua standar keamanan tenaga kerja sesuai dengan Undang undang Nomor 1/1970. Sehingga sudah sewajarnya perusahaan mendapat sanksi jika melanggar peraturan,” terangnya. Dia menjelaskan, anggaran K3 tidak semahal biaya yang dikeluarkan untuk aset perusahaan.

Dia menuturkan, kredibilitas sebuah perusahaan juga dipengaruhi tingkat keselamatan kerja apabila kecelakaan maka nama perusahaan akan tercemar dan tingkat produktifitas akan menurun. Sehingga dampak yang ditimbulkan sangat banyak.

”Setiap perusahaan besar atau menengah keatas sebaiknya dilengkapi dengan alat keamanan yang standar,” katanya. Mansyur menambahkan, pemerintah selama ini telah berupaya untuk mengarahkan setiap perusahaan supaya menyediakan alat-alat keselamatan kerja.

”Imbauan kita berikan melalui surat edaran maupun berbagai pesan singkat yang dipasang pada setiap jalan.Semuanya sudah dilaksanakan, sehingga kita menunggu kesadaran dari setiap pemilik perusahaan,” tandas dia. (edy parmansyah/sidratul muntaha)

***Harian SINDO


Responses

  1. Wow, PUSRI tyt peduli sekali dengan K3. Tapi saja ada ganjalan hati thd RS PUSRI.

    Beberapa bulan lalu, saat saya sedang berada di kompleks PT PUSRI dan lewat di belakang RS PUSRI Palembang, saya melihat beberapa orang sedang membersihkan kamar mayat. Sepertinya juga ada renovasi bangunan disana. Hmmm, boleh juga, RS ini tyt cukup care, sampe2 kamar mayat pun didandani.

    Kemarin ponakan saya demam, bersama kakak saya, saya menemaninya periksa ke emergency/IGD RS PUSRI, maklumlah, RS itu paling dekat dengan rumah kami dan sejak kecil keluarga kami memang biasa berobat kesana. Saat itu lepas maghrib, laper, pengen ngemil. Kakak saya sedang menunggu resep obat, saya dan ponakan serta adiknya menuju kantin. And did you know? Kantinnya dah pindah dari tempatnya semula.

    Dan… Tepat sekali.. Pindahnya ke eks-kamar mayat!!!!!!

    Kata ahli feng shui, makan adalah proses pengumpulan energi. Saya merinding membayangkan masih tersisanya energi kamar mayat yang masih tersimpan di kantin itu. Hiy! Bahkan saya ga mau masuk ruang kantin n cuma belanja di etalase makanan n minuman kemasan aja yang diletakkan di terasnya. Saya sempet bilang ke mbak penjaga etalase yg dah saya kenal, dia mesem2 aja pas bilang apa: ‘boleh buat, lagian dulu kan jarang kok ada mayatnya’.

    Saya mengintip sedikit ke dalam lewat pintu yang terbuka lebar. Di dalam ada beberapa stan penjual; jual bakso, jual soto, dsb. Kursi dan meja makan tersusun rapi. Tapi saya tetap tidak tergoda untuk masuk. Tempat cuci piringnya saya pikir tentu bekas tempat wastafel untuk mengurus mayat dan meja batu tempat mandiin jenazah jangan2 jadi meja untuk menaruh bakul nasi dan makanan ringan?? Atau tempat makanan prasmanan?!! Hiyyyy!!

    Saya tetap ga ngerti apa yang dipikirin manajemen RS PUSRI.. Is it all about money?
    Kenapa kantin ditempatkan ke eks-kamar mayat?
    Kamar mayat dipindahin kemana? Eks-kantin? Hhh!

    Tak lama, waktu makan malam tiba. Para perawat RS PUSRI mulai mendatangi kantin untuk akan malam, masih muda2, perawat yang baru diterima rekruitmen sebulan lalu, mungkin. Perawat lama masa mau makan disana? Saya membayangkan di waktu siang, mungkin ruang itu lebih ramai lagi dengan para pengunjung RS lainnya. Tentu yang datang ga tau sejarah tempat makan itu.

    Kasihan..

  2. dan, tyt pas saya tanya ke petugas RS, katanya kamar mayat yg baru BELUM ADA. Padahal sebagai RS besar, adanya kamar mayat adalah salah satu syarat..

  3. soal kamar mayat berada didekat kantin itu tidak tll mjd konflik y, cz sma itu t’gantung ama persepsi orang sendiri2.klo org na penakut palingan susah bwt nelen makanan yamg lagi disantap. mending tu kantin letak na dkt ma kamar mayat dari pada deket ama wc ????? pi walaupun dkt ma wc klo wc na bersih juga gak papa kaleee…..

  4. Terima kasih atas sharingnya yg sangat menarik,
    semoga bermanfaat.

    Salam kenal & sukses selalu,
    Purwadi
    Grosir Sepatu Safety
    grosirsepatusafety.wordpress.com
    0811773163


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: