Oleh: blogs | 10 Februari 2008

Deptan Sumsel Keluarkan Kebijakan FMA

Kasubdin Program dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Taufik Gunawan mengungkapkan, Provinsi Sumsel menerapkan farmer managed extension activities (FMA) di Kab Banyuasin.

Dia mengungkapkan, sementara ini program FMA hanya bisa diterapkan pada satu kabupaten. Pasalnya, FMA merupakan langkah awal pemerintah dalam kegiatan penyuluhan pertanian yang dikelola petani melalui pemanfaatan teknologi dan informasi pertanian.

”FMA merupakan program baru yang diturunkan secara sah oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia,” ungkapnya. Taufik mengaku, langkah awal tersebut memiliki tujuan untuk peningkatan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam merencanakan, mengorganisasikan,melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan penyuluhan.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi pelaku utama dan usaha dalam menjalankan bisnis secara optimal dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

”Alokasi penggunaan dana FMA desa, kabupaten, dan provinsi hanya untuk membiayai kegiatan penyuluhan pertanian yang dikelola kelompok tani/gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan) desa atau asosiasi pelaku usaha pada tingkatan yang bersifat strategis sesuai dengan ruang lingkup dan materi FMA,” tuturnya.

MenurutTaufik, konstruksi atau perbaikan sarana belajar atau pengadaan peralatan yang diperlukan untuk mendukung efektivitas proses pembelajaran sesuai metode pembelajaran yang diusulkan dalam proposal FMA sudah dipersiapkan.

”Besarnya dana yang diperlukan untuk pengadaan konstruksi atau peralatan tidak boleh melebihi 25% dari total dana yang diajukan. Paling sedikit 20% dari total dana FMA diperuntukkan kepada pemenuhan kebutuhan dan memberi manfaat bagi pelaku utama perempuan,” katanya.

Ruang lingkup FMA meliputi desa, kabupaten, dan provinsi supaya membawa inovasi strategis dan spesifik lokasi untuk meningkatkan pendapatan pelaku utama dan pelaku usaha. Selain itu, FMA juga bertujuan meningkatkan keterampilan manajemen dan kepemimpinan.

”Lingkup kabupaten dan provinsi bersifat lebih spesifik guna spesifikasi produk berbasis pada permintaan pasar, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi termasuk manajemen berbasis mutu,” jelas dia.

Staf Program dan Pengembangan SDM Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Mizwar menambahkan, pelaksanaan FMA diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada pelaku utama dan usaha pertanian. Dia berharap, penyuluhan yang dilakukan dapat menerapkan teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman, ramah lingkungan, dan menguntungkan.

”Sehingga produktivitas yang dihasilkan mampu meningkatkan jaringan kemitraan antar organisasi petani, asosiasi, korporasi, dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tandasnya. Ke depan, dia berharap FMAdapat diberlakukan di seluruh wilayah Sumsel.

Dia menuturkan, apabila kebijakan FMA dapat diterapkan secara menyeluruh,maka target sektor pertanian Sumsel pada tahun ini dapat terealisasi. “Kami yakinprogram FMA sangat membantu petani untuk menggarap dan memasarkan hasil pertanian,” tandasnya.*** (CR-13)

***Harian SINDO


Responses

  1. assalmlkm wr wb

    apakah program ini msh berlajut?
    … sejauh mana keberhasilan praogram ini?
    siapakah yang berhak mengajukan proposal pada program ini?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: