Oleh: blogs | 18 Februari 2008

PT Pusri Segera Tambah Pabrik NPK

PT Pusri Palembang akan membangun pabrik pupuk NPK untuk meningkatkan produksi petani sekaligus mempercepat revitalisasi. Direktur Utama PT Pusri Palembang Dadang Heru Kodri menjelaskan, tren penggunaan pupuk pada masa mendatang sebaiknya diarahkan menggunakan pupuk NPK. Dia menilai, penggunaan pupuk majemuk tersebut dapat meningkatkan hasil produksi petani, sekaligus mempercepat program revitalisasi pertanian. Menurut Dadang, nantinya penggunaan pupuk diarahkan ke NPK, bukan SP36.

”Ke depan, kita bicara pupuk berimbang itu lebih tajam, sehingga kekurangan pabriknya bisa kita laporkan ke pemerintah supaya Pusri bisa membangun lagi pabrik pupuk NPK atau pupuk majemuk,” tandasnya, saat melakukan pemantauan keberadaan pupuk bersubsidi di beberapa daerah kemarin.

”Ini bisa kita lakukan karena sekarang ini Pusri juga memproduksi, hanya saja dimiliki perusahaan Malaysia. Tetapi, kita juga mau bikin kerja sama mengenai produksi NPK kalau rekayasa baru kita bikin di Malaysia. Untuk sekarang ini produksinya baru 150.000 ton per tahun,” tambahnya bersemangat.

Namun dia mengungkapkan, untuk membangun pabrik pupuk NPK, dibutuhkan biaya yang sangat mahal. Dia memperkirakan, investasi yang dibutuhkan sekitar USD45 juta untuk kapasitas pada 2007. Sedangkan dengan kenaikan harga gas saat ini, dia menegaskan, investasi yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat atau sekitar USD85 juta untuk kapasitas 300.000 ton pupuk NPK per tahun.

”Kita memang harus memproduksi NPK. Kalau tidak, produktivitas yang dihasilkan tidak bagus. Misalnya, petani kelebihan menggunakan urea, warna daun yang dihasilkan memang hijau, tapi buahnya tidak ada,” tandas Dadang.

Menurut dia, pembangunan pabrik NPK seharusnya dilakukan tahun kemarin. Namun, saat itu kondisinya belum memungkinkan. ”Selama pemerintah belum membebaskan, industri kita belum bisa lakukan seperti negaranegara luar yang telah lebih dulu melakukan,” jelasnya.

Dadang melanjutkan, saat ini pilihan yang dimiliki hanya dua, yaitu bank yang bersedia memberikan kucuran dana karena proyek yang digarap sangat menguntungkan atau pemerintah memberikan garansi.

Dia menambahkan,untuk membangun pabrik NPK, Pusri membutuhkan berbagai persiapan infrastruktur paling cepat dua tahun. ”Tetapi, yang sudah kita lakukan dengan PT Agrim milik Malaysia beberapa waktu lalu, waktu yang dibutuhkan hanya 1,5 tahun saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Pusat Pemasaran Daerah (PPD) Sumsel Sulfa Ganie menjelaskan, berdasarkan pengecekan langsung keberadaan pupuk urea bersubsidi di lapangan,hingga 15 Februari 2008, total pupuk yang telah disalurkan berjumlah 30.628 ton. Dia menuturkan, penyaluran pada Januari sebanyak 22.542 ton dan Februari 8.086 ton.

”Untuk tahun ini, alokasi pupuk subsidi untuk Sumsel berjumlah 165.483 ton, atau naik sekitar 5.000 ton dibandingkan tahun kemarin.Saat ini, kita lihat di depot-depot ketersediaan pupuk memang banyak, begitu juga harganya tetap diterima petani Rp1.200/kg,” tandasnya. (komalasari)

***Harian SINDO


Responses

  1. Semoga saja proyek ini berjalan lancar dan petani dapat menikmati keuntungannya…

  2. bila pusri buka loker lagi tolong kabari saya.terima kasih

  3. bagaimana cara menanam cabe merah/cabe kriting

    trimah kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: