Oleh: blogs | 21 Februari 2008

PT Pusri Tunda Ekspor

Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang Dadang Heru Kodri menegaskan, pihaknya menunda ekspor pupuk ke luar negeri hingga April mendatang. Penundaan dilakukan menyusul fokus pemenuhan pupuk dalam negeri demi tercapainya peningkatan produksi pertanian secara merata. Namun, dia mengaku tidak bisa menolak jika beberapa negara luar memerlukan bantuan pasokan pupuk urea.

”Ekspor sepertinya belum kita lakukan dalam waktu dekat. Sekarang kita fokus menyelesaikan kebutuhan dalam negeri. Jadi, ekspor kita lakukan setelah menyelesaikan kebutuhan domestik,” tegasnya mantap.

Setelah semua kebutuhan dalam negeri terpenuhi, lanjut Dadang, barulah Pusri memikirkan besarnya persentase ekspor pupuk yang dapat dilakukan. Menurut perkiraannya, sekitar April, Pusri dapat melakukan hal tersebut.

Dia menuturkan, pada 2007, keran ekspor yang dibuka Menteri Perdagangan untuk ekspor pupuk urea sebanyak 512.000 ton, dengan berbagai negara tujuan, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

”Semua itu masih kita lihat lagi. Kalau stok dalam negeri baik dan pabrik dalam keadaan baru, kita apply ke pemerintah mengenai kemungkinan ekspor,” ungkapnya.

Dadang mengatakan, kondisi sekarang ini membuat kepastian ekspor belum dapat ditentukan karena beberapa komoditas dalam kondisi kurang stabil, seperti pertanian kedelai.

”Siapa tahu kedelai minta tambahan pupuk sesuai situasi pangan saat ini. Karena kita BUMN, jadi sepenuhnya mengikuti ketetapan pemerintah. Namun, kita juga mengingatkan pemerintah bahwa kita ingin hidup sebagai perusahaan,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Pusat Pemasaran Daerah (PPD) Sumsel Sulfa Ganie menjelaskan, alokasi pupuk yang ditetapkan sesuai surat keputusan (SK) Menteri Pertanian No 76/Permentan/ OT.140/120/12/2007 diperkirakan tetap mencukupi hingga akhir 2008. (komalasari)

***Harian SINDO


Responses

  1. distribusi pupuk untuk masing2 propinsi perlu ditinjau ulang karena banyak permintaan pupuk dimasing masing kabupaten menurut pantauan saya masih belum terpenuhi. Kita ketahui pupuk urea masih dimonopoli oleh pemerintah kalau bisa ada pabrik pupuk urea bersekala besar yang dikelola oleh swasta yang dapat bersaing untuk memenuhi kebutuhan petani, sehingga disetiap toko ada yang menjual, untuk saat ini kios-kios pertanian sulit untuk mendapatkan pupuk urea.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: