Oleh: blogs | 12 Maret 2010

Stok Pupuk Sumsel Aman

Stok pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 15.984 ton, tersebar di gudang-gudang lini III yang berada pada enam lokasi. Dengan jumlah tersebut persediaan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani sangat aman, karena stok melampaui ketentuan pemerintah yakni minimal untuk kebutuhan satu bulan .
Hal tersebut dikemukakan oleh Area Manager Pusri Pemasaran Daerah (PPD) Sumsel, Masriza, dalam acara jumpa pers dengan sejumlah wartawan, Kamis (11/3).

Selanjutnya, Masriza yang baru saja menjabat sejak 1 Maret 2010 lalu, menggantikan Izhar Sudirman yang masuk masa persiapan pensiun, memberikan gambaran bahwa saat ini stok pupuk di gudang pabrik PT Pusri sebanyak 20.000 ton dalam kantong (in bag) dan 80.000 ton berbentuk curah, serta 15.000 ton di gudang Bagor. Dia katakan, selaku pejabat baru, pertama kali dia melakukan konsolidasi ke dalam yakni jajarannya, mau pun ke luar yakni dengan pihak distributor.”Dengan pihak distributor, kita membuat kesepakatan akan melakukan pendistribusian pupuk sesuai aturan dan prosedur yang sebenarnya,” kata Masriza.

Dalam notulen kesepakatan pada 10 Maret 2010 itu, kata Masriza, ada penegasan pemberlakuan zero toleran, untuk pelanggaran dalam pendistribusian.”Kalau ada  distributor terbukti melanggar aturan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, maka izinnya langsung kita cabut. Tidak pakai tahapan peringatan lagi,” tegasnya.

Dijelaskan, saat ini untuk wilayah Sumsel ada 105 distributor dan 880 pengecer resmi pupuk bersubsidi. Distributor dan pengecer ini melayani 10.494 kelompok tani dan 357 ribu petani yang masuk di dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

KP3 Berfungsi
Sementara itu, Manager Pemasaran Pusri Wilayah I, Efendi Rofi, mengemukakan bahwa PT Pusri melihat bahwa KP3 (Komite Pengawas Pupuk dan Pestisida ) Sumsel cukup aktif dalam mengawasi distribusi pupuk bersubsidi ini. “Setidaknya ada yang sementara ini sedang disidik, dengan dugaan penyimpangan dalam pendistribusian,” ujarnya.

Dijelaskannya, KP3 yang di dalam terdapat unsur-unsur dari Kepolisian, Kejaksaan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan PT Pusri, yang diketuai langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel itu, secara bersama-sama sudah komitmen untuk mengawasi distribusi pupuk bersubsidi ini. “Karena pupuk bersubsidi itu dibiyai dengan uang negara yang pemanfaatannya harus benar-benar tepat,” urainya.

Ketua Asosiasi Penyalur Pupuk Sriwidjaja (AP2S) A Rafik, menambahkan bahwa sebagai wadah berhimpunnya distributor, asosiasi tidak akan membela distributor yang melakukan pelanggaran.”Kita semua sudah sepakat untuk menjalani pendistribusian pupuk bersubsidi ini kepada yang berhak, sesuai dengan RDKK di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sementara Kadisperindag Sumsel Eppy Mirza, menyatakan menyambut baik terobosan PPD Sumsel yang akan memberlakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran distributor. (az/sripo)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: